WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Di Asmat, Banyak Puskesmas Pembantu Kosong Ditinggalkan ...

Posted by On 08.32

Di Asmat, Banyak Puskesmas Pembantu Kosong Ditinggalkan ...

Di Asmat, Banyak Puskesmas Pembantu Kosong Ditinggalkan Petugas Reporter:

Erwan hernawan tnr

Editor:

Rina Widiastuti

Senin, 12 Februari 2018 10:34 WIB
Di Asmat, Banyak Puskesmas Pembantu Kosong Ditinggalkan Petugas

Warga membawa bantuan makanan dan obat-obatan di Ewer, Kabupaten Asmat, Papua, 29 Januari 2018. Bantuan makanan dan obat-obatan sebanyak 13 ton akan didistribusikan di sejumlah distrik Kabupaten Asmat untuk menanggulangi KLB gizi buruk dan campak. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyebut pemerintah daerah paling bertanggung jawab dalam kasus kematian 72 orang karena campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Anung Sugihantono mengatakan ada kelambanan dinas kesehatan kabupaten dan provinsi dalam menginformasikan kasus campak yang terjadi di Asmat, September lalu.

“Sebelum Natal, kami mengumpulkan dinas kesehatan provinsi untuk mengevaluasi program. Dari Papua juga datang kepala dinasnya, tapi tidak ada cerita soal campak dan gizi buruk. Kalau tidak ada laporan, kami tidak bisa merespons,” kata Anung kepada Tempo, Kamis, 8 Februari 2018.

Baca: Wabah Campak di Kabupaten Asmat, Kapolda: Dokter Sangat Minim

Menurut dia, wabah campak terjadi karena program vaksinasi belum menjangkau semua penduduk Asmat. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan vaksin tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi Pap ua. Selanjutnya, dinas kesehatan provinsi bertugas memastikan distribusi vaksin itu hingga ke kabupaten/kota dan menjangkau semua penduduk. Faktanya, kata Anung, pengawasan itu tak berjalan.

Bupati Asmat, Elisa Kambu, justru menyalahkan masyarakat. Memang, ada persoalan akses ke pusat kesehatan yang jauh. Tapi penduduk Asmat, kata Elisa, tak punya kesadaran untuk mengunjungi puskesmas. “Saat petugas melakukan vaksinasi di kampung, masyarakat malah pergi ke hutan mencari makanan,” kata dia.

Pada awal Februari lalu, Tempo menelusuri masalah kesehatan di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat. Pengakuan penduduk setempat, petugas kesehatan tak pernah datang ke wilayah mereka. Victor Paya, Kepala Kampung As, Distrik Pulau Tiga, mengatakan vaksinasi baru dilakukan setelah pemerintah menetapkan kejadian luar biasa. Hingga 4 Februari lalu, ada 17.337 anak yang telah divaksin.

Baca: Atasi Kesehatan di Asmat, Jokowi: Infrastruktur Harus Rampung

Tempo juga mendatangi puskesmas pembantu di Kampung As dan Atat, Distrik Pulau Tiga. Puskesmas itu kosong. Hanya ada bangsal pasien tak berkasur yang ada di dalam rumah berkelir putih tersebut. Ilalang dan tumbuhan liar lainnya mulai memenuhi rumah panggung itu. Menurut Victor, petugas kabur tak kembali tanpa alasan yang jelas. “Sudah setahun kosong karena ditinggalkan petugasnya,” kata Victor.

Bupati Elisa Kambu tak memungkiri banyak pustu yang tak ada petugasnya. Elisa menilai perilaku masyarakat yang kerap menyalahkan petugas ketika ada yang sakit parah menjadi penyebab mereka kabur. “Makanya, kami menoleransinya,” ujar dia.

Sebenarnya, Kementerian Kesehatan sudah mendeteksi kemungkinan terjadinya gizi buruk di wilayah Papua. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Anung Sugihantono mengaku sudah menyerahkan daftar penduduk potensial gizi buruk hasil pengawasan lembaganya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua pada Oktober tahun lalu. Data itu l engkap dengan nama penduduk dan alamatnya.

Pun, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan bantuan makanan tambahan berupa biskuit pada bulan yang sama. Rupanya, berton-ton biskuit tersebut hanya disimpan di Jayapura dan tak dikirim ke Asmat. Bupati Elisa mengatakan biskuit bantuan Kementerian Kesehatan baru diterima setelah penetapan kejadian luar biasa.

Masalah kesehatan tak hanya terjadi di Asmat. Tim Investigasi Tempo menemukan pelayanan kesehatan di Papua masih buruk. Angka kematian pasien di rumah sakit pun menjadi yang tertinggi di Indonesia. Baca investigasi selengkapnya di majalah Tempo pekan ini.

TIM INVESTIGASI TEMPO

Terkait
  • PUPR Segera Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Papua

    PUPR Segera Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Papua

    3 hari lalu
  • Mengenal Asmat dan Karya Seni Ukirnya

    Mengenal Asmat dan Karya Seni Ukirnya

    4 hari lalu
  • Pasca KLB Campak Kabupaten Asmat, Penguatan Puskesmas Dilakukan

    Pasca KLB Campak Kabupaten Asmat, Penguatan Puskesmas Dilakukan

    4 hari lalu
  • Tingkatkan Pembangunan Papua, Bappenas  Kerja Sama dengan IASA

    Tingkatkan Pembangunan Papua, Bappenas Kerja Sama dengan IASA

    5 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Rambut Baru Setya Novanto karya Tukang Cukur DPR

    Rambut Baru Setya Novanto karya Tukang Cukur DPR

    36 menit lalu
  • DPR Kembali Tunda Pengesahan RKUHP

    DPR Kembali Tunda Pengesahan RKUHP

    2 jam lalu
  • Muslimah Ini Turut Bersihkan Gereja St Lidwina Pasca-Serangan

    Muslimah Ini Turut Bersihkan Gereja St Lidwina Pasca-Serangan

    3 jam lalu
  • Cerita Jokowi Soal Diplomasi Zaman Now

    Cerita Jokowi Soal Diplomasi Zaman Now

    9 jam lalu
  • Foto
  • Gaya Jokowi - JK Beri Ucapan Selamat pada Menteri Terbaik Dunia

    Gaya Jokowi - JK Beri Ucapan Selamat pada Menteri Terbaik Dunia

    2 jam lalu
  • KPK Hari Ini: 2 Bupati Ditahan hingga Pemeriksaan Tersangka OTT

    KPK Hari Ini: 2 Bupati Ditahan hingga Pemeriksaan Tersangka OTT

    3 jam lalu
  • Saat Presiden Joko Widodo Membuka Raker KEPPRI

    Saat Presiden Joko Widodo Membuka Raker KEPPRI

    10 jam lalu
  • Pemakaman Massal Korban Kecelakaan Bus Tanjak   an Emen

    Pemakaman Massal Korban Kecelakaan Bus Tanjakan Emen

    1 hari lalu
  • Video
  • Rambut Baru Setya Novanto karya Tukang Cukur DPR

    Rambut Baru Setya Novanto karya Tukang Cukur DPR

    58 menit lalu
  • Muslimah Ini Turut Bersihkan Gereja St Lidwina Pasca-Serangan

    Muslimah Ini Turut Bersihkan Gereja St Lidwina Pasca-Serangan

    4 jam lalu
  • Di Harlah PPP, Cagub Ridwan Kamil Ajak Coblos Pasangan Rindu

    Di Harlah PPP, Cagub Ridwan Kamil Ajak Coblos Pasangan Rindu

    8 jam lalu
  • Ketua DPR Minta Kasus Gereja St Lidwina Bedog Diusut Tuntas

    Ketua DPR Minta Kasus Gereja St Lidwina Bedog Diusut Tuntas

    11 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Ketua DPR: Kasus Gereja Sleman Jangan Jadi Ajang Adu Domba

  • 2

    Disindir Fadli Zon, Begini Respons Sri Mulyani

  • 3

    Penyerangan Gereja Sleman, Uskup Agung: Vatikan Pasti Tahu

  • 4

    Cerita Jokowi Soal Diplomasi Zaman Now

  • 5

    Penyerangan Gereja di Jogja, Bendera Setengah Tiang di Semarang

  • Fokus
  • Penyerangan di Gereja St Lidwina, Ancaman Serius di Tahun Politik

    Penyerangan di Gereja St Lidwina, Ancaman Serius di Tahun Politik

  • Prostitusi Dekat Istana Jokowi: Menagih Janji Anies Baswedan

    Prostitusi Dekat Istana Jokowi: Menagih Janji Anies Baswedan

  • Menanti Waduk Ciawi Siap Bentengi Jakarta dari Banjir Kiriman

    Menanti Waduk Ciawi Siap Bentengi Jakarta dari Banjir Kiriman

  • Sorotan PBB: dari Ekstremisme di Politik sampai Pemidanaan LGBT

    Sorotan PBB: dari Ekstremisme di Politik sampai Pemidanaan LGBT

  • Terkini
  • Sidang Setya Novanto, Saksi: Proyek E-KTP Mungkin Milik 'Gajah'

    Sidang Setya Novanto, Saksi: Proyek E-KTP Mungkin Milik 'Gajah'

    2 jam lal u
  • Puan Maharani Mengaku Belum Punya Road Map Pembangunan SDM 2019

    Puan Maharani Mengaku Belum Punya Road Map Pembangunan SDM 2019

    2 jam lalu
  • DPR Kembali Tunda Pengesahan RKUHP

    DPR Kembali Tunda Pengesahan RKUHP

    2 jam lalu
  • Akan Ada Safety Lane di Tanjakan Emen Mirip dengan Turunan Gombel

    Akan Ada Safety Lane di Tanjakan Emen Mirip dengan Turunan Gombel

    3 jam lalu
  • Pasal Imunitas Jadi Alasan NasDem Walkout dari Paripurna RUU MD3

    Pasal Imunitas Jadi Alasan NasDem Walkout dari Paripurna RUU MD3

    3 jam lalu
  • Jadi Tersangka, KPK Resmi Tahan Bupati Ngada Marianus Sae

    Jadi Tersangka, KPK Resmi Tahan Bupati Ngada Marianus Sae

    4 jam lalu
  • RUU MD3 Disahkan, Dua Fraksi DPR  Walk Out

    RUU MD3 Disahkan, Dua Fraksi DPR Walk Out

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Infografis Alexis dan 4 Bisnis Seks Dekat Istana Presiden Jokowi

    Kecuali Hotel Alexis di Jakarta Utara, jarak empat tempat hiburan ini maksimal hanya 2,5 kilometer dari dari Istana Merdeka Presiden Jokowi.

    Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Asmat

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »