WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Cerita Menteri Puan tentang Beratnya Menempuh Perjalanan ke ...

Posted by On 00.02

Cerita Menteri Puan tentang Beratnya Menempuh Perjalanan ke ...

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menghadiri Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Di sela-sela sambutannya, Puan sempat menceritakan beratnya memasuki Agats di Kabupaten Asmat yang sempat memperoleh status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas wabah campak dan gizi buruk.

Memulai perjalanan dari Jakarta, Puan harus menaiki pesawat besar menuju Denpasar, Bali. Sesampainya di Denpasar, Puan kembali melanjutkan perjalanannya menggunakan pesawat ke Timika.

Tiba di Timika, Puan harus menaiki pesawat terbang perintis berkapasitas kecil untuk menuju ke Ewer selama 45 menit.

"Dari Ewer ke Agats saya harus naik speedboat, speedboat isi 4 orang selama 30 menit. Kemudian sampai di Agat s saya harus naik ojek untuk bisa jalan di kampung yang ada di Agats," ungkap Puan.

(Baca juga: Sulitnya Medan Asmat dan Upaya Mewujudkan Harapan)

Puan awalnya tak membayangkan betapa beratnya perjalanan menuju Asmat.

Setelah menjalaninya sendiri, Ia mengatakan butuh waktu sekitar 10 jam jika melakukan perjalanan menggunakan kapal dari Timika untuk mencapai Asmat.

Itupun belum termasuk perjalanan menuju perkampungannya. Akses kendaraan menuju perkampungan pun juga terbatas.

"Itu kenapa harus pakai ojek karena memang itu kendaraan yang ada di situ. Bayangkan saja kalau kemudian harus jalan kaki, kampungnya itu tidak terlalu besar," kata Puan.

Pendidikan dan kesehatan

Cerita itu merupakan refleksi Puan atas kiprah Prof. Sardjito yang telah berkontribusi banyak dalam mengembangkan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Menurut Puan, hal yang paling dibutuhkan oleh rakyat Asmat adalah pendidikan dan kesehatan.

"Kita itu kemudian enggak tahu punya negara sebesar ini punya wilayah sekaya ini tapi kenapa saudara kita yang ada di Papua itu kemudian tidak bisa mendapatkan haknya atau mendapatkan pelayanan yang seperti kita harapkan," kata Puan.

Puan menilai negara sudah berusaha hadir di Asmat. Namun demikian, Puan berharap agar para ahli, akademisi, praktisi hingga relawan di bidang pendidikan dan kesehatan bisa membantu mengedukasi masyarakat Asmat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

(Baca juga: Diam-diam, Arie Kriting Galang Dana dan Kirim Bantuan ke Asmat)

"Jadi kalau kita enggak mulai, bagaimana kita membangkitkan jiwa kemanusiaan dan kemudian pendidikan untuk kesejahteraan rakyat yang ada di Papua atau rakyat yang ada di Indonesia?," ujar Puan.

Sebelumnya, Puan didampingi Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Sosial, dan Kepala Kantor Staf Presiden, pada Kamis (22/2/2018) berkunjung ke Agats , Asmat, Papua.

Tujuan kunjungan tersebut untuk monitoring dan evaluasi pasca-KLB Campak di daerah tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani berjanji tak akan meninggalkan Asmat walau Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak sudah dicabut.

"Pemerintah ingin melakukan langkah-langkah holistik berkesinambungan secara bertahap. Jadi bukan karena KLB Asmat-nya sudah dicabut, lalu mereka ditinggalkan," kata Puan melalui siaran persnya yang diterima Kompas.com di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Kunjungan Menko PMK di Agats tersebut untuk monitoring dan evaluasi terkait pelayanan kebutuhan dasar (rumah sakit, sekolah, PAUD, & bansos PKH, Rastra, KIP), percepatan infrastruktur dasar kesehatan berupa air bersih dan sanitasi, dan kesiapan rumah sakit.

Kompas TV Akses yang sulit salah satu penyebabnya banyak anak-anak Asmat meninggal karena campak dan gizi buruk.

Berita Terkait

Pemerintah Janji Tak Akan Tinggalkan Asma t Setelah KLB Campak Selesai

Rekrut Tagana, Kemensos Bangun Kampung Siaga Bencana di Asmat

Mensos Idrus Marham: Kabupaten Asmat Sudah Tidak Darurat Lagi

Ditugaskan ke Asmat, Dokter Unhas Bangga Bawa Misi Kemanusiaan

Perjalanan Tim DERU UGM Bantu Tangani Gizi Buruk di Asmat

Terkini Lainnya

Diajak Jokowi Blusukan, Bos IMF Salah Sebut jadi 'Blukusan'

Diajak Jokowi Blusukan, Bos IMF Salah Sebu t jadi "Blukusan"

Nasional 27/02/2018, 15:01 WIB Dorong Bocah Perempuan ke Medan Perang, Erdogan Dikecam

Dorong Bocah Perempuan ke Medan Perang, Erdogan Dikecam

Internasional 27/02/2018, 14:57 WIB Anies Sebut Perencanaan Tanah Abang Rampung pada Maret

Anies Sebut Perencanaan Tanah Abang Rampung pada Maret

Megapolitan 27/02/2018, 14:57 WIB China Kembangkan Kereta Peluru Berkecepatan 400 Km/Jam

China Kembangkan Kereta Peluru Berkecepatan 400 Km/Jam

Internasional 27/02/2018, 14:54 WIB Ketua DPR Dorong Evaluasi Internal KPU dan Bawaslu Terkait Kasus OTT di Garut

Ketua DPR Dorong Evaluasi Internal KPU dan Bawaslu Terkait Kasus OTT di Garut

Nasional 27/02/2018, 14:53 WIB Lulung Minta Anggota DPRD Tak Sikapi Kebijakan Tanah Abang dengan Interpelasi

Lulung Minta Anggota DPRD Tak Sikapi Kebijakan Tanah Abang dengan Interpelasi

Megapolitan 27/02/2018, 14:52 WIB Memasuki Tahun Politik, Siskamling Akan Dihidupkan di Bekasi

Memasuki Tahun Politik, Siskamling Akan Dihidupkan di Bekasi

Megapolitan 27/02/2018, 14 :51 WIB Pohon Berambut di Pemakaman Kawasan Depok Gegerkan Warga

Pohon Berambut di Pemakaman Kawasan Depok Gegerkan Warga

Megapolitan 27/02/2018, 14:51 WIB Mengenal Prof. Sardjito, Ilmuwan Pencipta Vaksin Typus hingga Biskuit Tentara

Mengenal Prof. Sardjito, Ilmuwan Pencipta Vaksin Typus hingga Biskuit Tentara

Nasional 27/02/2018, 14:49 WIB Polisi Buru Anggota Grup Muslim Cyber Army yang Berada di Luar Negeri

Polisi Buru Anggota Grup Muslim Cyber Army yang Berada di Luar Negeri

Nasional 27/02/2018, 14:44 WIB Cerita Menteri Puan tentang Beratnya Menempuh Perjalanan ke Asmat

Cerita Menteri Puan tentang Beratnya Menempuh Perjalanan ke Asmat

Nasional 27/02/2018, 14:38 WIB Monumen Gunung Butak dan Kenangan Pejuang Kemanusiaan Basarnas

Monumen Gunung Butak dan Kenangan Pejuang Kemanusiaan Basarnas

Regional 27/02/2018, 14:38 WIB Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kecelakaan Kerja Tol Becakayu

Megapolitan 27/02/2018, 14:35 WIB Bertemu Ulama Kepri, Jokowi Diminta Terus Berantas Narkoba

Bertemu Ulama Kepri, Jokowi Diminta Terus Berantas Narkoba

Nasional 27/02/2018, 14:29 WIB PKPI Pilih Menghindari Sidang Adjudikasi Lawan KPU RI

PKPI Pilih Menghindari Sidang Adjudikasi Lawan KPU RI

Nasional 27/02/2018, 14:19 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Asmat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »