WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bangun 44 RKB, BNI Rangkul 164.178 UMKM

Posted by On 13.52

Bangun 44 RKB, BNI Rangkul 164.178 UMKM

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sampai dengan Desember 2017 berhasil membuka 44 Rumah Kreatif BUMN (RKB). Fasilitas ini telah merangkul sekitar 164.178 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan RKB sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan pemasaran. Dari jumlah tersebut telah menghasilkan 3.564 produk, 1.232 transaksi dan Rp418,48 juta Gross Merchandise Value (GMV).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan RKB yang dibangun oleh BNI merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku UMKM.

"Kehadiran RKB untuk mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran, dan kemu dahan akses permodalan. RKB pada akhirnya juga dapat mengembangkan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian dari Digital Economy Ecosystem," kata Rini saat melakukan kunjungan RKB di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (12/1/2018).

Khusus Sentani, jumlah UKM yang tercatat (listed) di RKB Sentani saat ini sebanyak 74 UKM dimana 24 UKM di antaranya telah naik kelas dan terdaftar di salah satu situs belanja online, blanja.com.

Hingga Desember 2017, BNI telah membangun sejumlah 6 RKB di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu, RKB Jayapura, RKB Fak Fak, RKB Raja Ampat, RKB Biak Numfor, RKB Supiori, dan RKB Kepulauan Yapen. Jumlah UKM yang terdaftar (listed) tercatat sebanyak 104, dengan rincian sebanyak 42 UKM di RKB Biak, 34 UKM di RKB Fak Fak, 24 UKM di Jayapura, 1 UKM di Superiori, dan 1 RKB Kepulauan Yapen.

Dalam prosesnya, BNI telah melakukan go modern, go digital, dan go online di RKB-RKB yang telah dibangun. Dalam go modern misalnya, RKB BNI di Jayapura telah melakukan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM dengan tidak melepas kearifan lokal seperti pelatihan pembuatan mie berbahan dasar sagu.

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Supiori

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »