WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire

Posted by On 22.03

PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • S aya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire
  • Senin, 18 Desember 2017 â€" 12:31
  • 32x views
PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire “Setelah kami melakukan investigasi ternyata ada dugaan korupsi dana desa tahap I yang mengakibatkan kerugian negara Rp 100-200 juta. Sekitar 60 persen dari dana itu seharusnya untuk pembangunan lima rumah di kampung Wanggar Pantai,” kata Gunawan, kepada J ubi, Minggu (17/12/2017). Koordinator Pemantau Keuangan Negara (PKN) Wilayah Nabire, Gunawan Inggeruhi (kanan), bersama anggotanya â€" Jubi/CR-1 Admin Jubi redaksionline@tabloidjubi.com Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi â€" Koordinator Pemantau Keuangan Negara (PKN) Wilayah Nabire, Gunawan Inggeruhi, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi penggunaan dana desa tahap I di kampung Wanggar Pantai, Nabire.

“Setelah kami melakukan investigasi ternyata ada dugaan korupsi dana desa tahap I yang mengakibatkan kerugian negara Rp 100-200 juta. Sekitar 60 p ersen dari dana itu seharusnya untuk pembangunan lima rumah di kampung Wanggar Pantai,” kata Gunawan, kepada Jubi, Minggu (17/12/2017).

Gunawan juga mengatakan yang ada di RAP itu pembangunan rumah semestinya setengah beton, tapi yang dikerjakan itu hanya rumah papan saja.

“Setelah kami wawancara dengan kepala desa di sana, kepala desa mengatakan ada masyarakat yang minta untuk dibangun rumah papan. Tetapi sesudah kami wawancara lagi ke masyarakat, mereka bilang yang dikatakan kepa desa itu tidak benar,” katanya.

Gunawan mengatakan kepala desa juga hanya menunjukan gambar yang sudah jadi dan tinggal ditunjukkan kepada masyarakat tanpa ada konfirmasi dan lain-lain.

“Ya, dari temuan ini saja sudah ada indikasi korupsi,” kata Gunawan.

Gunawan mengatakan indikasi korupsi juga pada penggunaan dana desa ini misalnya di pembelanjaan pegawai diantaranya pembelanjaan barang dan jasa dan pembelanjaan modal.

“Tidak masuk a kal, belanja ATK Rp 20 juta. ATK untuk kantor desa atau untuk apa sebenarnya? Ini sangat tidak jelas juga,” kata Gunawan.

Gunawan mengatakan dalam kasus ini dirinya menduga ada beberapa pihak yang terlibat, baik kepala kampung, sekretaris, bendahara, dan yang menyatakan diri sebagai konsultan.

“Jadi ada yang sudah buat laporan dari atas dan kepala kampung tinggal tanda tangan laporan tersebut. Korupsi dana desa ini ada semacam mata rantai,” katanya.

“Jadi kalau ada laporan, sebaiknya berikan kepada penyelidik. Baik itu penyelidik kepolisian juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire ini harus dibongkar baik-baik. Supaya mata rantai atau benang merah ini bisa terbuka,” katanya menambahkan.

Gunawan mengatakan mata rantai atau benang merah soal indikasi oknum-oknum di Dinas BPMK maupun orang-orang yang mengatakan diri konsultan.

“Karena data yang kami dapat, konsultan dapat dana Rp 38 juta. Ini jumlah yang sangat besar,” katany a.

“Kami juga sempat meminta data kepada Humas PPID Pemerintah Kabupaten tetapi tidak dikasih. Alasannya karena mereka belum memiliki Panitia Penyiapan Data (PPID) di masing-masing SKPD dan pemerintah kabupaten,” katanya.

Gunawan juga mempertanyakan mengapa masing-masing SKPD dan pemerintah kabupaten tidak menyiapkan laporan-laporan tersebut?

“Apa lagi Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 sudah keluar juga peraturan Informasi Publik tahun 2011 sudah keluar. Ini terhitung sudah hampir delapan tahun. Mengapa pemerintah tidak menyiapkan itu?” kata Gunawan lagi.

Gunawan juga mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke pihak-pihak terkait juga ke PKN pusat terkain hal ini.

Disamping itu, Karel Misiro, salah satu anggota PKN juga mengatakan dirinya menduga tidak hanya kampung Wanggar Pantai saja yang diduga melakukan tindak korupsi.

“Ya secara kasat mata saja kami bisa lihat ada banyak desa-desa yang pembangunan fisiknya tidak s esuai dengan rencana-rencana yang ada. Dan akan kami minta juga laporan-laporan kepada mereka ke depan.” Katanya lagi. (CR-1*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Pemkab Paniai diminta segera selesaikan dana TA mahasiswa

Selanjutnya

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu

    Nasional & Intern asional â€" Sabtu, 09 Desember 2017
  • Penjualan babi di Paniai diperkirakan naik 20 persen

    Ekonomi â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Tiga langkah lagi, Galanita Tolikara menuju juara

    Lembar Olahraga â€" Sabtu, 09 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karp et Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Fadal Al Hamid tentang kapitalisme dan ideologi
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:24
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Pemkab Paniai diminta segera selesaikan dana TA mahasiswa

    Saireri â€" Senin, 18 Desember 2017 | 12:52 WP
  • Perindag rencana buka pasar murah di distrik

    Jayapura Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 12:50 WP
  • PKN duga ada korupsi dana desa di kampung Wanggar Pantai Nabire

    Saireri â€" Senin, 18 Desember 2017 | 12:31 WP
  • Bupati Nabire minta perusahaan bayar THR tepat waktu

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:49 WP
  • PBSI Nabire dan Merauke akui kurangnya atlet pebulutangkis OAP

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:33 WP
  • Kejuaraan bulu tangkis Nabire Open 2017 ditutup

    Nabire Membangun â€" Senin, 18 Desember 2017 | 07:17 WP
  • Polda Papua sebut ada delapan unsur penting sukseskan pemilukada

    Polhukam â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:56 WP
  • Sebagian besar anggota DPRP tak ikut bimtek di Jakarta

    Polhukam â€" Senin, 18 De sember 2017 | 06:47 WP
  • Anggota "14 kursi" DPRP dibekali materi terkait tupoksi

    Polhukam â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:37 WP
  • Pemkot Jayapura bahas persiapan PON 2020

    Lembar Olahraga â€" Senin, 18 Desember 2017 | 06:28 WP
  • Penyaluran Baznas Papua melebihi target

    Ekonomi â€" Senin, 18 Desember 2017 | 00:07 WP
  • Peresmian Gereja Katolik Stasi Yagu disambut sukacita

    Meepago â€" Minggu, 17 Desem ber 2017 | 22:18 WP
  • Jayawijaya dan PLN canangkan listrik masuk desa

    Lapago â€" Minggu, 17 Desember 2017 | 21:53 WP
  • DPRD Tolikara rekomendasi pemindahan ibu kota dari Karubaga ke Wari/Taive

    Lapago â€" Minggu, 17 Desember 2017 | 20:46 WP
  • Gubernur minta Dinas Perhubungan awasi harga tiket pesawat

    Otonomi â€" Minggu, 17 Desember 2017 | 20:12 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Nabire

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »