WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 21.48

Wabup Jayapura resmikan masjid Ar-Ridha di Benyom Jaya ...

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Wabup Jayapura resmikan masjid Ar-Ridha di Benyom Jaya Namblong
  • Sabtu, 03 Maret 2018 â€" 11:12
  • 30x views
Wabup Jayapura resmikan masjid Ar-Ridha di Benyom Jaya Namblong "Agama artinya tidak kacau. Oleh sebab itu, kita harus beragama sehingga hidup kita tidak kacau. Karena dengan demikian ada damai dan sukacita serta saling menghargai satu agama dengan agama lain," jelas Wakil Bupati Giri. Pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Jayapura dan Kakanwil Agama Provinsi Papua - Jubi/Engel Wally Engelbert Wally [email protected] Editor : Dewi Wulandari LipSus Bertahan merajut noken kulit kayu Features | Kamis, 01 Maret 2018 | 08:41 WP Asa Papua di pundak purnawirawan TNI Features | Rabu, 28 Februari 2018 | 12:07 WP Harga beras mulai naik di beberapa lokasi Features | Selasa, 27 Februari 2018 | 14:20 WP Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, meresmikan masjid jami’ Ar-Ridha di Kampung Benyom Jaya Distrik Namblong, Sabtu (3/3/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, mengatakan kerukunan dan persatuan dalam kedamaian sudah harus menjadi tanggung jawab bersama dimana saja kita berada. Dengan damai, hidup akan menjadi berkat bagi siapa saja, termasuk seluruh masyarakat di Kampung Benyom Jaya Distrik Nimbokrang.

"Agama artinya tidak kacau. Oleh sebab itu, kita harus beragama sehingga hidup kita tidak kacau. Karena dengan demikian ada damai dan sukacita serta saling menghargai satu agama dengan agama lain," jelas Wakil Bupati Giri.

Wabup Giri berharap kehadiran tempat ibadah ini dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan tetap merawat kedamaian dan kebaikan bagi seluruh masyarakat di Kampung Benyom Jaya.

"Sebagai wakil pemerintah, saya menyampaikan selamat kepada semua umat muslim di Kampung Benyom Jaya yang d engan upaya bersama selama delapan tahun membangun masjid ini. Semoga tempat ibadah ini membawa berkah bagi kita semua," katanya.

Sardi, panitia pembangunan masjid, melaporkan masjid dibangun bertahap sejak tahun 2010. Pembangunan masjid jami’ Ar-Ridha bisa berjalan dengan lancar karena dukungan semua warga masyarakat di kampung itu.

"Atas dukungan semua pihak dan dengan pergumulan yang panjang, akhirnya kita memiliki tempat ibadah yang representatif. Di kesempatan ini juga kami atas nama pengurus masjid menyampaikan banyak terima kasih kepada para pendahulu yang telah kembali ke Sisi Allah, yang telah meletakan dasar pembangunan masjid ini. Para penyandang dana, baik pihak swasta dan pemerintah serta para tokoh masyarakat di Kampung Benyom Jaya, kami juga menyampaikan banyak terima kasih atas semua dukungan tenaga dan waktunya. Pembangunan masjid ini baru selesai dua minggu lalu setelah berjalan selama delapan tahun dengan menelan dana sebesar Rp 2 miliar lebih," katanya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut, Kakanwil Agama Provinsi Papua, Kakandep Agama Kabupaten Jayapura, tokoh masyarakat, jamaah masjid jami’ Ar-Ridha, dan masyarakat Kampung Benyom Jaya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Banyak pihak mulai peduli Danau Sentani dan cagar alam Siklop

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Pemkab Jayawijaya: Pelajar loyo karena tidak sarapan

    Penkes â€" Sabtu, 03 Maret 2018 | 11:29 WP
  • Wabup Jayapura resmikan masjid Ar-Ridha di Benyom Jaya Namblong

    Jayapura Membangun â€" Sabtu, 03 Maret 2018 | 11:12 WP
  • KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?

    Papua Bangkit â€" Sabtu, 03 Maret 2018 | 00:08 WP
  • Polres Mimika usut kasus dugaan korupsi pagar bandara Rp 8,5 miliar

    Polhukam â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 23:56 WP
  • KPK: Aksi pemberantasan korupsi di kabupaten belum maksimal

    Papua Bangkit â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 21:37 WP
  • 39 PPL Kota Jayapura siap disebar ke lima distrik

    Pilkada Papua â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 21:08 WP
  • Freeport tak kunjung bayar, Pemprov Papua akhirnya gandeng KPK

    Papua Bangkit â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 20:55 WP
  • Pembangkit listrik berdaya 1.076 megawatt akan dibangun tahun ini

    Ekonomi â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 18:51 WP
  • Anak Papua jadi korban kekerasan seks, Yohana Yembise: Kutuk pelakunya

    Domberai â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 18:27 WP
  • Kepsek SD Inpres Taman ria: Korban sosok murid periang dan ramah

    Domberai â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 16:23 WP
Populer Ada “perubahan berbahaya” di Timur Tengah Dunia |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 6769x views Lima Kabupaten di Papua endemis tinggi malaria Penkes |â€" Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3840x views Mahasiswa Mamberamo Raya kritisi lambatnya kinerja pemerintah daerah Mamta |â€" Sabtu, 24 Februari 2018 WP | 3439x views Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Seni & Budaya |â€" Kamis, 22 Februari 2018 WP | 3176x views Mahasi swa Mimika nyatakan boikot Pilkada Papua Polhukam |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 2381x views STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Jayapura

thumbnail

Posted by On 20.59

Festival Puncak Papua: Berinteraksi dengan Mereka di Timur ...

Festival Puncak Papua: Berinteraksi dengan Mereka di Timur IndonesiaIDN Times/Margith Juita Damanik

Jakarta, IDN Times â€" 27 tahun lalu, WANADRI melakukan ekspedisi ke puncak-puncak Pegunungan Tengah dan menjadi tim Indonesia pertama yang menjajaki Puncak Mandala, sisi timur Certensz, Pegunungan Bintang.

Ekspedisi yang dulu bernama ekspedisi Irian Jaya ini membuat WANADRI berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Mimin (desa terakhir pendakian gunung Mandala) saat sedang dalam masa persiapan pendakian.

Masyarakat desa Mimin memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi ditandai dengan diterimanya tim ekspedisi melakukan ekspedisi ini.

25 tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2016, Indonesia Mengajar mengirimkan pengajar muda ke desa Mimin d an lima desa lain yang berdekatan dengan desa Mimin. Pengajar muda yang diberangkatkan mendapat pelatihan life survival di WANADRI.

Tugas pengajar muda lebih dari sekedar menjadi guru pengajar di kelas. Namun juga melibatkan masyarakat dalam kemajuan pendidikan. “Tugas pengajar muda adalah tinggal di sebuah desa dan mengajak serta menggerakan masyarakat untuk memajukan pendidikan di sana,” kata Hikmat perwakilan dari Indonesia mengajar saat ditemui di Konferensi Pers Festival Puncak Papua di Jakarta Creative Hub, Jakarta hari Kamis (1/3) sore.

Adanya potensi berupa interaksi positif dan semangat memajukan pendidikan, menjadi landasan Festival Puncak Papua diselenggarakan. Dengan tujuan untuk memperluas ruang informasi mengenai Papua khususnya wilayah pegunungan Bintang.

1. Ekspedisi pendakian Puncak Mandala dan Puncak Yamin

Fe   stival Puncak Papua: Berinteraksi dengan Mereka di Timur IndonesiaIDN Times/Margith Juita Damanik

Ikatan persaudaraan yang tercipta setelah pendakian Puncak Mandala tahun 1991 ini akan kembali dikenang dengan mendaki kembali puncak dengan ketinggian 4760mdpl ini. Hal ini akan menjadi wadah untuk bertemu dan berinteraksi kembali dengan masyarakat lokal disana.

Sedangkan pendakian Puncak Yamin akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia karena tim yang berangkat akan mewakili publik sebagai tim pertama yang pertama kali menaklukan puncak tertinggi ke-empat di Indonesia dengan ketinggian 4500mdpl ini.

Dalam tim ekspedisi pendakian Puncak Mandala, publik akan diwakilkan oleh lima relawan pendaki yang akan diseleksi dari orang-orang yang sudah mendaftar. Sedangkan ekspedisi Puncak Yamin, publik akan diwakilkan oleh sekelompok Anggota Muda WANADRI yang bernama Tapak Bara-Bara Rimba yag telah mengalami pelatihan sebulan penuh di WANADRI dan diharapkan dapat berada di puncak Y amin untuk pertama kalinya membawa nama Indonesia sambil merayakan Hari Pendidikan Nasional.

Pendakian Puncak Yamin bukan pendakian sembarangan. Pendakian ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 hari. Hal ini yang membuat para pendaki harus terlebih dahulu melalui proses pelatihan yang panjang dan intensif sejak November 2017 silam.

EDITORS' PICKS

  1. IDN Media Luncurkan Situs Popmama.com
  2. [FOTO] Gunung Sinabung Meletus Pagi Ini

Baca juga: 5 Hal Unik dari Pilkada Papua

2. Live-in bersama masyarakat setempat

Festival Puncak Papua: Berinteraksi dengan Mereka di Timur IndonesiaIDN Times/Margith Juita Damanik

Festival Papua membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin mengenal lebih dekat budaya masyarakat Aplim Apom yang merupakan sebutan untuk tanah pegununga n Bintang. Hingga saat ini terdapat 155 orang yang sudah mendaftarkan dirinya dan diseleksi oleh tim berdasarkan ruang kontribusi yang tersedia. Ruang-ruang kontribusi yang tersedia natara lain Pelatihan Guru, Kesehatan, Budidaya Apotek Hidup, Manajemen Keuangan Desa, Pendataan Sosio-Antropologi, dan Pendataan Lingkungan.

Relawan yang akan mengikuti program live-in ini akan secara pribadi membiayai segala keperluannya. Mulai dari kebutuhan akomodasi, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Terdapat beberapa tawaran yang dapat dipilih terkait durasi live-in, mulai dari seminggu, dua minggu, sampai tiga minggu. Pada 8 April 2018 mendatang akan ada tujuh desa yang dijadikan kawasan live-in, antara lain Desa Okatem, Parim, Aboding, Mimin, Ngangom, Bumbakon, Papera, dan Bime.

3. Festival Budaya di tiga tempat

Festival Puncak P   apua: Berinteraksi dengan Mereka di Timur IndonesiaIDN Times/Margith Juita Damanik

Penutup dari acara ini adalah Festival Budaya. Kegiatan festival Budaya diselenggarakan di tiga tempat, yakni Oksibil yang merupakan Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Bandun, dan Jakarta. Festival Budaya yang diadakan di Oksibil bertujuan membuat forum berbagi dengan para pemangku kepentingan masyarakat kabupaten pegunungan Bintang.

Sedangkan Festival Budaya di Bandung dan Jakarta bertujuan sebagai forum berbagi para relawan yang sudah terlibat dan sebagai tempat untuk mempublikasikan kearifan lokal Papua, memaparkan data-data yang sudah didapat dan pameran galeri foto dan multimedia.

Seluruh rangkaian acara ini dilakukan dengan harapan masyarakat Indonesia dapat semakin mencintai negaranya dengan segala fakta baik dan menarik yang ditemukan dan dijabarkan

Baca juga: Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!

Read More Dwi AgustiarEditorDwi AgustiarLine IDN TimesSumber: Google News | Warta 24 Pegunungan Bintang

no image

Posted by On 19.05

Akademisi: Program KBP Herry-Nehem Jamin Pendidikan Anak

Warta Ekonomi.co.id, Biak -

Max Msen selaku Akademisi Kabupaten Biak Numfor, Papua menilai program Kartu Biak Pintar (KBP) yang ditawarkan pasangan calon bupati Herry Ario Naap dan calon wabup Nehemia Wospakrik (Herry-Nehem) merupakan solusi untuk menjamin pendidikan anak asli Papua.
"KBP memberikan beasiswa untuk siswa sehingga dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak," ungkap Max Msen yang juga Direktur Akademi Pariwisata Biak di Biak, Sabtu (3/3/2018).
Dirinya mengakui selama ini orang tua siswa dibebani dengan membayar memenuhi dana untuk kelanjutan pendidikan anak saat tahun ajaran baru berlangsung. Max menilai dengan adanya program KBP digagas paslon Herry-Nehem diharapkan mampu mengatasi kesenjangan pendidikan anak di Kabupaten Biak Numfor.
Menyinggung program debat terbuka digelar KPU, menurut Max, ajang debat terbuka paslon menjadi pendidikan politik untuk masyarakat Kabupaten Biak Numfor karena langsung mendengarkan penyampaian visi misi program kerja untuk dijual kepada masyarakat "Kegiatan debat terbuka sangat seru, ya ini paslon harus merealiasikan janji kampanye saat terpilih dalam ajang pilkada serentak 2018," ujarnya.
Jackson S Maryen Ketua Komisi Pemilihan Umum Biak berharap debat terbuka paslon dapat memberikan informasi program kerja bagi setiap calon untuk dilaksaakan setelah terpilih menjadi bupati dan wakil bupati selama peridoe lima tahun kedepan. Debat kampanye terbuka tiga pasangan calon tahap pertama mengangkat tema tata kelola pemerintahan untuk pelayanan publik.
Tiga paslon yang ikut peserta Pilkada Serentak 2018 yakni paslon nomor 1 calon Bupati Andreas Msen/Yustnus Noriwari (Senior), nomor 2 pasangan calon bupati Herry Ario Naap dan calon Wakil Bupati Nehemia Wospakrik (Herry-Nehem) serta pasalon nomor 3 calon Bupati Nicodemus Rons umbre dan Akmal Bachri (normal). (HYS/Ant)

Sumber: Google News | Warta 24 Biak Numfor

no image

Posted by On 18.34

Lanud Manuhua Biak Raih Juara I Penilaian Pengelolan BMN

SIAGAINDONESIA.COM Kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Biak Numfor menyelenggarakan sosialisasi dan apresiasi pengelolaan kekayaan negara dan lelang di wilayah kabupaten Biak Numfor di Aula Gedung Keuangan Negara,Biak (28/2/18). Kegiatan dibuka oleh kepala KPKNL Biak Adi Suharna.

Melalui sambutan Kepala KPKNL Biak menyampaikan terimakasih kepada para pejabat Instansi dan perbankan wilayah kerja KPKNL di Biak selama ini telah bekerjasama dengan baik untuk mengelola asset Negara.

“Perlu kita ketahui bersama, bahwa KPKNL di Biak memiliki wilayah kerja di sebagian besar Papua terdiri dari 9 Kabupaten dengan jumlah instansi sebanyak 150 Satuan Kerja,”kata Kepala KPKNL Biak.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, KPKNL pemberian penghargaan atau Award kepada instansi terbaik yang telah mengelola asset negara secara tertib, bersih, transparan, dan akuntabel. Pada ka tegori Pengelolaan BMN Terbaik dari 150 Satker (Satuan Kerja), telah terpilih 3 Nominasi Calon juara Yaitu Stasiun Meteorologi, Lanud Manuhua dan Pelabuhan Kabupaten Yapen.

Setelah melalui perhitungan yang cermat dan ketat dengan memperhatikan berbagai pertimbangan, akhirnya Predikat Pengelolaan BMN terbaik diberikan kepada institusi TNI AU Lanud Manuhua, sedangkan terbaik kedua diraih oleh Stasiun Meteorologi Biak dan yang terbaik ketiga adalah unit Pelabuhan Kabupaten Kepulauan Yapen Serui.

Komandan Lanud MNA, Kolonel Pnb Fajar Adriyanto, M.Si menerima penghargaan tertinggi dari KPKNL. Sertifikat Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala DJKN wilayah Papua, Papua Barat dan Maluku, Aloysius Yunus Dhaniarto.

Komandan Lanud MNA mengatakan, dengan keberhasilan menjadi Instansi Terbaik ini saya dedikasikan kepada seluruh Anggota Lanud Manuhua, yang telah bekerja keras dan ikhlas untuk mewujudkan salah satu Perintah Panglima TNI yaitu mengelola anggaran secara transparan, clean dan akuntabel. “Nantinya, pengelolaan asset akan dilakukan oleh Koperasi Lanud MNA, sehingga hasilnya bisa dinikmati seluruh anggota,”kata Danlanud MNA.

Di atas lahan Lanud terdapat lebih dari 120 toko, rumah makan, warung dan tempat usaha lainnya. Setelah diadakan penertiban pengelolaan oleh Komandan Lanud, berhasil menyumbangkan 1 Milyar Rupiah lebih ke kas negara. Pembayaran tersebut mendapatkan sejumlah potongan yang dikembalikan ke Lanud MNA jika yang mengurus adalah Koperasi. Hal ini, tentunya secara langsung akan meningkatkan Kesejahteraan Anggota Lanud Manuhua Biak.

Penghargaan yang telah diberikan oleh KPKNL merupakan wujud apresiasi kepada semua instansi di wilayah Biak yang telah bekerjasama dengan baik dengan KPKNL dalam pengelolaan dan pelaporan BMN yang cepat dan tepat waktu, bersih dan transparan. Sebagai peraih gelar Instansi terbaik, Lanud MNA bisa menjadi contoh bagi instansi lainnya dalam pengelolaan BMN.

Dalam kegiatan sosialisasi oleh KPKNL tersebut dihadiri oleh Panglima kosekahnudnas IV Marsma TNI Jorry S Koloay , S.IP , Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb Fajar Adriyanto M.Si (Han), Bupati kabupaten Yapen Tonny Tesar , S.Sos, Kepala wilayah DJKN Papua, Kepala Bea Cukai Frans , Kemenag Kabupaten Supiori Yudi Irawan , Kepala Stasiun Karantina Pertanian Biak Ubaidillah, Pimpinan cabang BRI Biak Hendra Eko Subagiya S.ST., Perwakilan dari Polres dan beberapa pejabat [email protected]

Sumber: Google News | Warta 24 Kepulauan Yapen

no image

Posted by On 18.34

Boven Digoel Papua dan Nias Barat Diguncang Gempa

  • 1 Ini Kata Prabowo Subianto soal Wacana Duet dengan Jokowi di Pilpres 2019
  • 2 Ini Ciri-Ciri Wanita yang Gampang Diajak Selingkuh, Menurut Primbon Jawa
  • 3 Kivlan Zen: Setahun Lagi PKI Akan Bangkit Kembali
  • 4 Pendiri PA 212 sebut Yusril Perlu Tabayyun ke Jokowi, Ini Alasannya!
  • 5 Jokowi-Prabowo di 2019? Siti Zuhro: Kalau Prabowo Presiden Mungkin Iya
  • 6 Azis Syamsuddin: Ada Peluang Golkar Berkoalisi dengan Demokrat di Pilpres 2019
  • 7 Mahfud MD Sebut Jusuf Kalla Berpeluang ‘Melawan‘ Jokowi di Pilpres 2019
  • 8 Aris Budiman Disebut Bakal Isi Posisi Deputi Penindakan KPK, Ini Kata Polri
  • 9 Sekelompok Pengemudi Ojol Aniaya Pengamen Jalanan Hingga Tewas
  • 10 Telan Kecewa, Barcelona Gagal Menang dari Las Palmas
Sumber: Google News | Warta 24 Boven Digoel

thumbnail

Posted by On 18.32

KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Papua Bangkit
  3. KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?
  • Sabtu, 03 Maret 2018 â€" 00:08
  • 263x views
KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal? "Pemerintah pusat maupun KPK belum melakukan kajian khusus soal pelaksanaan Otsus di Papua. Jadi kita tidak bisa menuduh dan mangatakan Otsus Papua itu gagal," kata Saut, di Jayapura belum lama ini. Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang - Jubi/Alex Alexander Loen [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Bertahan merajut noken kulit kayu Features | Kamis, 01 Maret 2018 | 08:41 WP Asa Papua di pundak purnawirawan TNI Features | Rabu, 28 Februari 2018 | 12:07 WP Harga beras mulai naik di beberapa lokasi Features | Selasa, 27 Februari 2018 | 14:20 WP Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang menilai, adanya anggapan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) Papua gagal, hanya sebuah wacana sa ja, sebab belum ada pembuktiannya.

"Pemerintah pusat maupun KPK belum melakukan kajian khusus soal pelaksanaan Otsus di Papua. Jadi kita tidak bisa menuduh dan mangatakan Otsus Papua itu gagal," kata Saut, di Jayapura belum lama ini.

Ia pun mengibaratkan seperti halnya Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK tidak bisa langsung menyebut orang yang melakukan itu adalah tersangka. Karena, hanya dengan putusan hakim saja, barulah status hukum seseorang bisa ditetapkan.

"Sama halnya kita tidak bisa bilang dan menuduh, otsus Papua gagal jika kita belum bisa membuktikannya," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Lanny Jaya, Papua, Befa Yigibalom mengatakan, pelaksanaan Otsus di Papua berhasil. Hal tersebut dapat dibuktikan karena adanya pembangunan di kabupaten/kota.

Hanya saja diakuinya, bidang ekonomi yang harus menjadi perhatian kedepan. Karena bidang ini sangat rentan dan masyarakat Papua di kampung-kampung sudah sangat cerdas , dan tidak bisa dibodohi.

"Khusus di Lanny Jaya, mulai 2018 pemerintah akan kucurkan dana per Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp1 juta. Kami punya anggaran Otsus sebesar Rp30 miliar akan kami kasih kepada masyarakat, tapi itu semua ada aturan mainnya," kata Yigibalom.

Dirinya menekankan, program yang akan diterapkannya sudah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Untuk itu, dirinya meminta dukungan dari KPK untuk mengawasi.

"Intinya saya bekerja untuk rakyat, tapi kalau saya korupsi silahkan tangkap saya," ujarnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

KPK: Aksi pemberantasan korupsi di kabupaten belum maksimal

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Ka wasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer Ada “perubahan berbahaya” di Timur Tengah Dunia |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 6744x views Lima Kabupaten di Papua endemis tinggi malaria Penkes |â€" Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3827x views Mahasiswa Mamberamo Raya kritisi lambatnya kinerja pemerintah daerah Mamta |â€" Sabtu, 24 Februari 2018 WP | 3374x views Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Seni & Budaya |â€" Kamis, 22 Februari 2018 WP | 3124x views Mahasiswa Mimika nyatakan boikot Pilkada Papua Polhukam |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 2371x views Terkini
  • KPK: Siapa bilang Otsus Papua gagal?

    Papua Bangkit â€" Sabtu, 03 Maret 2018 | 00:08 WP
  • Polres Mimika usut kasus dugaan korupsi pagar bandara Rp 8,5 miliar

    Polhukam â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 23:56 WP
  • KPK: Aksi pemberantasan korupsi di kabupaten belum maksimal

    Papua Bangkit â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 21:37 WP
  • 39 PPL Kota Jayapura siap disebar ke lima distrik

    Pilkada Papua â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 21:08 WP
  • Freeport tak kunjung bayar, Pemprov Papua akhirnya gandeng KPK

    Papua Bangkit â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 20:55 WP
  • Pembangkit listrik berdaya 1.076 megawatt akan dibangun tahun ini

    Ekonomi â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 18:51 WP
  • Anak Papua jadi korban kekerasan seks, Yohana Yembise: Kutuk pelakunya

    Domberai â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 18:27 WP
  • Kepsek SD Inpres Tamanria: Korban sosok murid periang dan ramah

    Domberai â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 16:23 WP
  • Medan sulit hambat Coklit pemilih di Jayawijaya

    Polhukam â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 16:12 WP
  • Banyak pihak mulai peduli Danau Sentani dan cagar alam Siklop

    Jayapura Membangun â€" Jumat, 02 Maret 2018 | 15:52 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat sai ngan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Lanny Jaya

thumbnail

Posted by On 11.49

Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!

 Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!wanadri.or.id

Banyak kegiatan sosial di Indonesia untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang masih kurang tersentuh tangan pemerintah. Salah satunya "Festival Puncak Papua" (FPP) yang diselenggarakan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri serta Yayasan Indonesia Mengajar.

Kegiatan tersebut bertujuan sebagai ruang interaksi antara masyarakat dengan Wandiri. Harapannya, orang-orang bisa saling berbagi dan memahami seluk beluk tentang Papua.

1. "Festival Puncak Papua" akan berlangsung dari April hingga Mei 2018

 Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!wanadri.or.id

Siapa pun yang mempunyai semangat pendidikan dan ingin berpetualang bisa mendaftarkan diri. Tujuannya agar kamu ikut andil dalam membuka akses untuk pendidikan dan wisata di Pegunungan Bintang, Papua.

Selain itu, rasa semangat yang tinggi bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lokal, terutama anak-anak. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Andi Angga Kusuma, relawan bisa belajar langsung dari masyarakat Pegunungan Bintang. Kamu juga bisa jadi kader yang mengampanyekan "Ayo ke Papua".

2. Desa Mimin masih menjadi tujuan utama Indonesia Mengajar 2018

 Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!tabloidjubi.com

Sudah berlangsung selama delapan tahun, Desa Mimin masih menjadi tujuan utamanya, terutama selama tiga tahun terakhir. Desa Mimin terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang yang lokasinya belum terjangkau listrik atau sinyal.

Salah satu pengajar muda Indonesia Muda angkatan ke-13 Winda Ayu (26), ia telah mengabdi di desa tersebut selama satu tahun. Baru kembali Desember 2017, menurutnya para relawan harus kuat mental dan tahan banting.

 Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!wanadri.or.id

EDITORS' PICKS

  1. 5 Kampung Paling Unik di Surabaya, Kamu Sudah Pernah ke Sini?
  2. 10 Potret Unik Kampung Biru Arema, Kebanggaan Warga Malang Nih!

Pasalnya, dia harus mengalami mandi seminggu dua kali. Untuk mencari sinyal sesekali turun gunung yang belum tentu bisa dapat. Kalau butuh internet, harus ke kantor pemerintahan yang ada wifi-nya.

Sayangnya, h al tersebut tidak membuat Winda merasa lelah dan stres. Kata dia, Papua begitu menyenangkan walau dengan keterbatasan karena terletak di pedalaman. Warga di sana juga masih polos dan perlu pendekatan agar tak tertinggal dengan daerah lainnya di Indonesia.

Baca juga: 9 Event Pariwisata Terbaik Maluku-Papua Sepanjang 2018, Yuk Cuti!

3. Ada tiga kegiatan yang akan berlangsung dalam "Festival Puncak Papua"

 Festival Puncak Papua, Yuk Berbagi ke Daerah Pelosok Indonesia!wanadri.or.id

Melihat cerita dari Winda Ayu di atas, apakah kamu semakin tergerak mengikuti FPP 2018? Ada tiga kegiatan yang bisa kamu pilih sesuai dengan minatmu.

Pertama, kamu bisa mendaftarkan diri melalubit.ly/JadiPendakiFPP untuk acara pendakian Puncak Mandala dan Yamin yang ber langsung pada Mei. Pendakian Gunung Yamin rencananya dilakukan selama 19 hari dan Gunung Mandala sekitar 15 hari.

Kedua adalah peserta program "live-in" di Kabupaten Pegunungan Bintang melalui bit.ly/liveinfpp yang ditutup pada 6 Maret. Program tersebut dimulai 8-24 April 2018. Peserta yang lolos seleksi bisa belajar sosial dan budaya ke Kampung Okatem, Pepera, Bime, Aboding, Parim, Mimim, Ngangom, dan Bumbakon.

Terakhir adalah menjadi relawan Festival Budaya FPP di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang dan di Jakarta. Semua kalangan akan terlibat dalam acara tersebut untuk berdialog seputar pendidikan di Pegunungan Bintang dan pengalaman sebagai relawan.

Tunggu apalagi nih, guys? Segera daftarkan dirimu untuk bisa melakukan kegiatan sosial bagi teman-teman kita di Papua.

Baca juga: 8 Potret Pesona Pulau Ahe di Papua, Bikin Kamu Lupa Rumah!

Read More Dewi Suci R.EditorDewi Suci R.Line IDN TimesSumber: Google News | Warta 24 Pegunungan Bintang