www.AlvinAdam.com


Warta 24 Papua

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Penerimaan Negara Minim, KPK Cegah Korupsi Sektor SDA

Posted by On 11.48

Penerimaan Negara Minim, KPK Cegah Korupsi Sektor SDA

Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 02 Maret 2018 10:08 WIB Penerimaan Negara Minim, KPK Cegah Korupsi Sektor SDA

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintensifkan pencegahan korupsi pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) dengan menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Provinsi Papua. Apalagi saat ini penerimaan negara dari sektor SDA relatif rendah ketimbang potensi yang seharusnya didapat karena penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di kehutanan hanya berkisar Rp3 triliun/tahun.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan di Papua bekerja secara profesional, penuh integritas dan mencegah adanya berbagai praktik ilegal di sektor SDA. Berdasarkan hasil kajian KPK secara nasional, penerimaan negara dari sektor SDA relatif rendah ketimbang potensi yang seharusnya didapat, di mana penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di kehutanan hanya berkisar Rp3 triliun per tahun.

"KPK mencatat peredaran kayu ilegal di Papua, misalnya di Kabupaten Sarmi, diduga sebesar 36.500 meter kubik per tahun, ada pula potensi PNBP yang hilang dari Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) diperkirakan sebesar Rp13 miliar per tahun. Peredaran kayu ilegal ini membuat adanya potensi Pendapatan Asli Daerah yang hilang untuk Kabupaten Sarmi mencapai Rp4,2 miliar per tahun," kata Saut di Papua, Kamis (1/3/2018).

Saut menuturkan, Bumi Cenderawasih dipilih karena sangat besarnya potensi kekayaan alam di Provinsi Papua dan tingginya potensi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Upaya ini sesuai dengan Rencana Stra tegis KPK 2014-2019 yang menjadikan sektor SDA salah satu fokus area perbaikan sektor strategis. Laporan produksi kayu periode 2003-2014 atau sekitar 77-81 persen diperkirakan tidak tercatat.

Saut menjelaskan, total kerugian negara yang bersumber dari nilai komersial domestik untuk produksi kayu yang tidak tercatat selama periode tersebut mencapai 60,7-81,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp598,0-799,3 triliun, atau 5,0-6,8 miliar dolar AS per tahun.


(Safari)

Tag : Saut Situmorang Korupsi Sektor SDA KPK
loading...
Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.
Redaksi : terbitonline[at]gmail.comIklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus. comments powered by DisqusSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Sarmi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »