www.AlvinAdam.com


Warta 24 Papua

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sebelas Petahana Bertarung Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2018

Posted by On 04.24

Sebelas Petahana Bertarung Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2018

Home > Nasional > Berita Politik Sebelas Petahana Bertarung Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2018 Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia Rabu, 14/02/2018 08:13 WIB Sebelas Petahana Bertarung Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2018 Warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dalam Pilkada Jakarta, 2017. Setidaknya 10 daerah akan memiliki calon tunggal yang merupakan petahana dalam Pilkada 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) Jakarta, CNN Indonesia -- Pilkada serentak 2018 sejauh ini diwarnai 11 daerah calon tunggal usai Komisi Pemi lihan Umum (KPU) resmi mengumumkan penetapan calon pada 12 Februari lalu. Uniknya, 10 di antaranya merupakan petahana di daerahnya masing-masing, dan berpotensi bertambah karena Kabupaten Puncak, Papua sempat ditunda pengumumannya karena ada beberapa masalah.
Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, hingga Rabu (14/2) pukul 07.00 WIB, tercatat 10 petahana merupakan calon tunggal di tingkat kabupaten dan kota, sementara satu daerah calon tunggal lainnya bukan petahana. Catatan KPU ini belum final sampai pagi ini, karena baru ada 152 daerah dari 171 daerah yang menyerahkan laporan penetapan pasangan calon.
Adapun petahana yang menjadi calon tunggal itu, yakni pasangan Ahmed Zeki Iskandar-Mad Romli (Kabupaten Tangerang, Banten), Arief R Wismansyah-Sachrudin (Kota Tangerang, Banten), Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi (Kabupaten Lebak, Baten).
Selain itu, Mohammad Irsyad Yusuf-Mujib Imron (Pasuruan, Jawa Timur), Ridho Yahya-Andiansyah Fikri (Kota Prabumulih, Sumatera Selatan), dan M uslimin Bando-Asman (Enrekang, Sulawesi Selatan).
Kemudian, ada James Sumendap-Jesaja Jocke Oscar Legi (Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara), Muhammad Arifin Arpan-Syafrudin Noor (Tapin, Kalimantan Selatan), John Richard Banua-Marthin Yogobi (Jayawijaya), serta Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda (Mamasa, Sulawesi Barat).
Petahana calon tunggal itu potensial bertambah. Sebab Willem Wandik, yang berpasangan dengan Alus Murib, berpeluang menjadi calon tunggal di Kabupaten Puncak, Papua. Pada situs KPU, masih ada satu pendaftar lainnya di Puncak, yakni pasangan Repinus Telenggen-David Ongomang. Namun, KPU Kabupaten Puncak belum menyerahkan laporan penetapan paslon sehingga belum diketahui statusnya.
Sementara itu, satu daerah calon tunggal lainnya yang bukan petahana, yakni Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang memunculkan pasangan Andar Amin Harahap dan Hariho Harahap.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, di Banten, 2017. Ia merupakan salah satu petahana yang menjadi calon tunggal kepala daerah di Pilkada 2018.Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, di Banten, 2017. Ia merupakan salah satu petahana yang menjadi calon tunggal kepala daerah di Pilkada 2018. (Foto: Yohannie Linggasari)

Petahana sebagai calon tunggal tersebut disebabkan seluruh partai politik satu suara untuk mendukung petahana untuk kembali menjabat.
Berdasarkan data KPU, secara jumlah, calon tunggal saat ini meningkat ketimbang Pilkada serentak 2017 yang diikuti sembilan pasangan calon tunggal dari 101 daerah yang menggelar pemilihan.
Adapun aturan mengenai calon tunggal tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018.
Dalam Pasal 102 ayat 1 peraturan tersebut dijelaskan jika sampai berakhirnya masa pendaftaran hanya terdapat satu paslon, KPU berhak melakukan perpanjangan pendaftaran calon.
Kalkulasi Biaya dan Minimnya Kader Berkualitas
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan, penyebab meningkatnya jumlah calon tunggal tersebut disebabkan partai politik sudah beradaptasi dengan Pilkada dari tahun 2015.
Partai politik, kata Titi, beranggapan bahwa Pilkada hanya sebagai lahan perebutan kekuasaan, bukan sebagai lahan menguji mesin partai, menjalankan kaderisasi, serta evaluasi partai.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini usai menghadiri diskusi di Jakarta, Rabu (3/1).Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, di Jakarta, Rabu ( 3/1). (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Iza Rumesten, dalam artikel "Fenomena Calon Tunggal dalam Pesta Demokrasi" di Jurnal Konstitusi (Vol. 13, No. 1, Maret 2016) yang dipublikasikan di situs mahkamahkonstitusi.go.id, menyatakan, salah satu penyebab munculnya calon tunggal dari petahana karena mahalnya mahar dari partai pengusung.
Itu belum termasuk dana yang akan digunakan untuk kampanye, dana untuk meraih suara pemilih, dan dana untuk mengamankan suara mulai dari tingkat TPS sampai mengamankan suara di KPU, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, KPU pusat, bahkan sampai di tingkat MK jika terjadi sengketa.
"Maka secara rasional jika ada petahana yang kuat, calon lain pasti akan berkalkulasi rasional. Daripada hilang segalanya, lebih baik mengurungkan niat untuk jadi calon. Karena untuk menjadi calon saja mereka sudah harus membayar mahar," kata Iza.
Selain itu, calon tunggal bisa juga disebabkan mesin partai yang seh arusnya melakukan pendidikan politik bagi kader tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, partai tak punya kader mumpuni untuk diusung dalam pilkada.
"Tak heran jika partai politik kerap kebingungan mencari kader partai yang berkualitas dan bisa 'dijual' karena memiliki elektabilitas," ucap Iza. (arh/osc) Berita Terkait
  • KPU Umumkan Pasangan Calon Pilkada Serentak Hari Ini

    KPU Umumkan Pasangan Calon Pilkada Serentak Hari Ini

    2 hari yang lalu
  • Catatan    Perludem, Petahana Dominasi Calon Tunggal

    Catatan Perludem, Petahana Dominasi Calon Tunggal

    5 hari yang lalu
  • KPU Izinkan Paslon Kepala Daerah Miliki Lima Akun Medsos

    KPU Izinkan Paslon Kepala Daerah Miliki Lima Akun Medsos

    1 minggu yang lalu
  • KPU Nyatakan 'Kotak Kosong' Berkurang Jadi 12 Daerah

    KPU Nyatakan 'Kotak Kosong' Berkurang Jadi 12 Daerah

    3 minggu yang la lu
  • KPU Akan Sosialisasi 'Pilih Kotak Kosong Sah'

    KPU Akan Sosialisasi 'Pilih Kotak Kosong Sah'

    3 minggu yang lalu
  • Pendaftaran Berakhir, 'Kotak Kosong' Warnai Pilkada 13 Daerah

    Pendaftaran Berakhir, 'Kotak Kosong' Warnai Pilkada 13 Daerah

    4 minggu yang lalu
Berita Lainnya
  • Ditangkap KPK, Bupati Subang Diduga Terima Suap Perizinan

    Ditangkap KPK, Bupati Subang Diduga Terima Suap Perizinan

    9 jam yang lalu
  • Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel

    Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel

    10 jam yang lalu
  • Ganjar-Yasin Nomor 1, Sudirman-Ida Nomor 2 di Pilg   ub Jateng

    Ganjar-Yasin Nomor 1, Sudirman-Ida Nomor 2 di Pilgub Jateng

    21 jam yang lalu
  • Lumbung Suara JR Saragih Jadi Rebutan di Ajang Pilgub Sumut

    Lumbung Suara JR Saragih Jadi Rebutan di Ajang Pilgub Sumut

    9 jam yang lalu
TERPOPULER
  • Fahri Beda Sikap soal Pasal Penghinaan Parlemen dan Presiden

    Fahri Beda Sikap soal Pasal Penghinaan Parlemen dan Presiden

    1 jam yang lalu
  • Fahri Hamzah: KPK Cocok Jadi Anak Buah Kim Jong Un

    Fahri Hamzah: KPK Cocok Jadi Anak Buah Kim Jong Un

    53 menit yang lalu
  • KPK Sebut Lembaga Pengawas Usulan Pansus Angket Mengada-ada

    KPK Sebut Lembaga Pengawas Usulan Pansus Angket Mengada-ada

    59 menit yang lalu
  • Sahkan UU MD3, DPR Disebut Antikritik dan Makin Tak Dipercaya

    Sahkan UU MD3, DPR Disebut Antikritik dan Makin Tak Dipercaya

    2 jam yang lalu
Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Puncak

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »