www.AlvinAdam.com

WARTA 24 PAPUA

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pertanyakan kartu Papua Sehat, DPRD Biak Numfor kunjungi UP2KP

Posted by On 04.16

Pertanyakan kartu Papua Sehat, DPRD Biak Numfor kunjungi UP2KP

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun< /li>
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opin i
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Kerjasama
  3. Pertanyakan kartu Papua Sehat, DPRD Biak Numfor kunjungi UP2KP
  • Sabtu, 24 Februari 2018 â€" 16:25
  • 116x views
Pertanyakan kartu Papua Sehat, DPRD Biak Numfor kunjungi UP2KP “Tujuan kami bekonsultasi adalah ingin mendapatkan informasi dan data yang akurat terkait pembayaran Kartu Papua Sehat di Biak karena keterlambatan pembayaran dijadikan alasan kekurangan obat di RSUD Biak selama 1 tahun ini. Sekaligus, kami ingin mengetahui h asil pengawasan yang dilakukan UP2KP sebagai lembaga yang dibentuk oleh Gubernur untuk mengawasi pelayaanan dan pembangunan kesehatan di Provinsi Papua,” kata Ketua Komisi III DPRD Biak Numfor, Benny Mambobo dalam rilis pers yang diterima Jubi, Sabtu (24/2/2018). Komisi III DPRD Biak Numfor berpose bersama Kabid Sekretariat dan Litbang UP2KP usai konsultasi - Jubi/Humas UP2KP. Roy Ratumakin [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP Anak-anak Papua yang berjuang ke sekolah Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Biak Numfor, belum lama ini mendatangi Kantor Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) di Jalan Baru Abepura, Kota Jayapura untuk berkonsultasi tentang mekanisme penggunaan dan pagu dana bidang kesehatan di wilayahnya.

Kedatangan mereka dipimpin oleh Benyamin Maran selaku Ketua Komisi III, Wakil Ketua Komisi III Adrianus Mambobo, beserta dua anggota yakni Anita Rajagukguk dan Johanes K. Palangan. Tim dari DPRD Biak Numfor ini diterima oleh Kepala Bidang Sekretariat UP2KP Alexander Krisifu dan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan UP2KP Hidayat Wairoy.

“Tujuan kami bekonsultasi adalah ingin mendapatkan in formasi dan data yang akurat terkait pembayaran Kartu Papua Sehat di Biak karena keterlambatan pembayaran dijadikan alasan kekurangan obat di RSUD Biak selama 1 tahun ini. Sekaligus, kami ingin mengetahui hasil pengawasan yang dilakukan UP2KP sebagai lembaga yang dibentuk oleh Gubernur untuk mengawasi pelayanan dan pembangunan kesehatan di Provinsi Papua,” kata Ketua Komisi III DPRD Biak Numfor, Benny Mambobo dalam rilis pers yang diterima Jubi, Sabtu (24/2/2018).

Menurut Benny, ada permasalahan penggunaan Dana Otsus yang dikirim Provinsi Papua ke Biak Numfor. Oleh karena itu, saat kembali ke daerahnya, mereka akan memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mengevaluasi dan mencari solusi demi peningkatan pelayanan kesehatan.

“Nanti ke depan, jika tim UP2KP turun melakukan pengawasan, kami berharp bisa berkoordinasi dengan kami Komisi III DPRD Kabupaten Biak Numfor yang membidangi sektor Pendidikan dan kesehatan,” tegas Benny.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan UP2KP Hidayat Wairoy, SKM di hadapan Komisi III DPRD Biak Numfor menjelaskan, sejak tahun 2014 hingga 2017 UP2KP telah banyak melakukan monitoring dan evaluasi dana otsus untuk pelayanan dasar dan dana pelayanan rujukan/dana Kartu Papua Sehat (KPS) di rumah sakit pemerintah maupun swasta yang menjadi mitra.

“Khusus untuk Kabupaten Biak Numfor dana Otsus untuk pelayanan dasar kurang dari 15% dimana ketentuannya telah tertuang pada Peraturan Gubernur No 8 tahun 2014. Pagu Dana Otsus Biak Numfor tahun 2017 sebesar Rp 15.015.628.000 dan yang terealisasi hanya Rp 6.663.500.000 atau 44,38 % saja. Sedangkan Dana Otsus untuk RSUD Biak kurang lebih Rp 7 Milliar dan sdh sudah terealisasi 100%,” ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, dana Otsus bidang kesehatan, baik untuk pelayanan dasar maupun pelayanan rujukan ditransfer secara bertahap oleh Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua ke BPKAD di kabupaten masing-masing, dima na besarannya tergantung Tipe RS dan Wilayah Kerjanya.

“Kendala yang diperoleh di beberapa kabupaten termasuk Biak Numfor adalah Pemda tidak mengalokasikan dana minimal 15% untuk pelayanan tingkat dasar. Ini yang menjadi kendala bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor dalam memaksimalkan pelayanan tingkat dasar,” katanya.

Kepala Bidang Sekretariat UP2KP, Alexander Krisifu, meminta kepada DPRD Kabupaten Biak Numfor untuk bersama-sama mengawasi penggunaan Dana Otsus Bidang Kesehatan agar pelayanan yang diberikan menjadi Maksimal. Hal ini juga sekaligus memaksimalkan kinerja dinas kesehatan dan rumah sakit/puskesmas dalam mencegah wabah penyakit seperti yang terjadi di Asmat.

“UP2KP mengharapkan supaya pelayanan tingkat dasar dimaksimalkan agar rumah sakit pun tidak menjadi puskesmas raksasa dan meminimalisir dana KPS yang fungsinya hanya mem-back up Jaminan Kesehatan Nasional. Dana Otsus untuk pelayanan dasar bisa digunakan untuk kegiatan-kegiat an Pelayanan preventif atau pencegahan yang dijalankan oleh Puskesmas.

Menurut Alex, Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal telah menunjukkan keberpihakannya yang nyata kepada Orang Asli Papua melalui kebijakan pembangunan di bidang kesehatan yang luar biasa dengan alokasi anggaran yang besar.

“Sekarang tinggal kita harapkan kabupaten/kota harus mengaplikasikannya sesuai dengan peraturan yang telah dibuat,” tutup Alex. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus. < td>

Sebelumnya

Pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob jalani sidang DKPP

Selanjutnya

Cabup Puncak: Lawan kotak kosong tidak mudah

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11 :26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby Berita Papua |â€" Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6752x views Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby? Pasifik |â€" Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3357x views Mereka sedang membunuh Koroway dengan air perak dan logam mulia Pilihan Editor |â€" Selasa, 20 Februari 2018 WP | 3180x views Lima Kabupaten di Papua endemis tinggi malaria Penkes |â€" Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3044x views Ada “perubahan berbahaya” di Timur Tengah Dunia |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 2730x views Terkini
  • Cabup Puncak: Lawan kotak kosong tidak mudah

    Advertorial â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 16:46 WP
  • Pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob jalani sidang DKPP

    Advertorial â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 16:44 WP
  • Pertanyakan kartu Papua Sehat, DPRD Biak Numfor kunjungi UP2KP

    Kerjasama â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 16:25 WP
  • Deklarasi pilkada damai di Papua jangan hanya slogan

    Pilkada Papua â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:45 WP
  • Pemkab Yahukimo akan tindak kepsek malas bertugas

    Lapago â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:12 WP
  • Lawan Emsyk imbang, Batik ma sih pimpin grup B

    Lembar Olahraga â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:48 WP
  • Kopertis XIV Papua usulkan 211 formasi dosen

    Penkes â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:30 WP
  • Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI

    Koran Jubi â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
  • Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar

    Koran Jubi â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
  • Bupati Abock kucurkan Rp 200 juta untuk Sosi

    Lapago â€" Sabtu, 24 Februari 2018 | 10:54 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engi ne Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Biak Numfor

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »