www.AlvinAdam.com


Warta 24 Papua

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Nasib pangan lokal Papua di tangan Pemerintah

Posted by On 08.28

Nasib pangan lokal Papua di tangan Pemerintah

(function() { var cx = '005214336926050136894:maikcymuhbi'; var gcse = document.createElement('script'); gcse.type = 'text/javascript'; gcse.async = true; gcse.src = 'https://cse.google.com/cse.js?cx=' + cx; var s = document.getElementsByTagName('script')[0]; s.parentNode.insertBefore(gcse, s); })();

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Nasib pangan lokal Papua di tangan Pemerintah
  • Senin, 12 Februari 2018 â€" 15:04
  • 303x views
Nasib pangan lokal Papua di tangan Pemerintah Ilustrasi masyarakat panen petatas â€" Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Panganan lokal Papua seperti sagu, petatas (ubi jalar), keladi, dan singkong, kini mulai ditinggalkan masyarakat. Padahal, panganan lokal ini adalah potensi yang dapat dikembangkan. Namun, melestarikan pangan lokal tidak sepenuhnya tanggung jawab masyarakat.

Peran pemerintah, tentunya sangat penting. Tugas Pemerintah Provinsi harusnya tidak hanya membangun pabrik betatas yang kini sedang dalam proses pengerjaan, di Distrik Skamto, Kabupaten Keerom, namun perlu ada tindakan berkelanjutan.

"Ketika pabrik petatas di Keerom, daerah potensi lain harus dimanfaatkan. Misalnya Kota Jayapura, Kabupaten Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi," kata anggota Komisi II DPR Papua bidang ekonomi, perkebunan dan pertanian, Mustakim menjawab pertanyaan Jubi pekan lalu.

Mustakim mengatakan, pihaknya tidak ingin pembangunan pabrik betatas di Keerom yang akan menghabiskan puluhan miliar bernasib seperti pabrik betatas di Distrik Sota, Kabupaten Merauke. Pabrik yang dibangun sekira tiga tahun lalu di perbatasan RI-Papua Nugini itu, kini mangkrak. Penyebabnya, tidak ada bahan baku.

"Pabrik petatas kan tidak hanya akan dibangun di Keerom, juga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pabrik yang di Merauke itu, berhenti beroperasi karena ketersediaan bahan baku," ujarnya.

"Ketika kami meni njau pabrik di Merauke, masyarakat mengatakan, harga yang ditawarkan pabrik lebih murah dibanding jika dijual ke pasar," ucapnya lagi.

Peran pemerintah mencari solusi antara masyarakat dan pengelola pabrik, agar kedua pihak tidak dirugikan. Pemerintah harus menjadi penengah, sehingga masyarakat tetap termotivasi melestarikan pangan lokal, dan pabrik terus beroperasi.

"Sekarang pabrik petatas yang di Merauke tidak beroperasi karena tidak ada suplai bahan baku. Pemerintah tidak hanya membangun pabrik, tapi masyarakat dibina dalam melestarikan pangan lokal. Didukung bibit, operasional, dan peralatan," katanya.

Tepung petatas diminati pasar

Ketika ada hulu, pasti ada hilir. Ketika ada produksi, bahan baku dan sistem pemasarannya mesti dipikirkan. Dinas terkait perlu membentuk kelompok pengembangan hasil produksi petatas. Misalnya industri rumahan, agar tepung petatas dibuat berbagai jenis makanan.

Kat a Mustakim, pihaknya pernah berkunjung ke Pasuruan, Jawa Timur melihat pabrik petatas di wilayah itu. Ternyata, tepung petatas begitu diminati di pasaran. Produsen di Pasuruan kewalahan memenuhi permintaan dari luar daerah, hingga luar negeri. Permintaan terkadang tidak dapat terpenuhi, karena hasil produksi minim akibat keterbatasan lahan betatas yang merupakan bahan baku utama.

"Kalau di Papua lahan cukup luas. Namun bukan berarti tidak butuh campur tangan pemerintah. Perlu ada keterlibatan pemerintah supaya semua bejalan,” ujarnya.

Kini dampak pabrik petatas di Keerom belum terlihat. Pabrik dalam tahap pembangunan, belum berproduksi, namun sejak kini, perlu ada upaya mempersiapkan bahan baku.


Gubernur buka peluang

Surat edaran Gubernur Papua, Lukas Enembe beberapa waktu lalu, yang mewajibkan mengkonsumsi pangan lokal setiap Selasa dan Kamis, merupakan peluang mengembangkan pangan lokal.

Salah satu sasa ran surat edaran budaya makan pangan lokal Selasa dan Kamis, adalah intanstansi pemerintah, pihak swasta, kemudian perlahan diterapkan di masyarakat.

"Edaran gubernur ini wajib dilaksanakan. Kita biasakan mengkonsumsi pangan lokal. Ini peluang, karena gubernur sangat mendukung bidudaya pangan lokal," ujar Mustakim.

Keinginan gubernur ini perlu didukung semua pihak terkait. Tidak hanya jajaran pemerintahan di provinsi, namun hingga kabupaten dan kota. Pangan lokal yang merupakan ciri khas daerah harus diutamakan, dan bagaimana agar dapat dijadikan industri. Orang di luar Papua mungkin beranggapan, masyarakat Papua hanya mengkonsumsi sagu, petatas, keladi dan singkong, karena beras mendapat beras di Papua. Namun anggapan itu berbanding terbalik dengan kondisi kini. Kenyataannya banyak beras di Papua.

“Masyarakat sudah mengkonsumsi beras, bahkan hingga ke pelosok. Supaya budaya pangan lokal ini tidak tergerus, ya harus dibudidayakan," ucap nya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe beberapa waktu lalu mengatakan, meski beras masih didominasi makanan pokok di Papua, namun produksi petatas khas pegunungan tengah Papua, terus meningkat.

“Namun kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan. Pengembangan produksi pangan lokal harus diperhatikan,” kata Enembe kala itu.

Menurutnya, penerapan kecintaan terhadap pangan lokal sudah diberlakukan setiap rapat dan kegiatan di instansi pemerintahan dan swasta di Papua.

“Saya berharap panganan lokal ini juga disediakan sebagai menu harian setiap keluarga di Papua,” ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobai mengatakan, perlahan masyarakat Papua harus dilepaskan dari ketergantungan beras subdisi pemerintah. Kalau pemerintah pusat menjadikan Kabupaten Merauke lumbung pangan nasional untuk tanam padi, kenapa pemerintah provinsi dan kabupaten, tidak berinisiatif memprogramkan lumbung pangan lokal di Papua.

“Ini agar masyarakat tidak harus tergantung dengan raskin, dan salah satu solusi jangka panjang menjaga ketahanan pangan di Papua,” kata Gobai.

Menurut para ahli kesehatan, petatas alias ubi jalar memiliki banyak manfaat, yakni membantu kekebalan tubuh, mengatasi peradangan, mengatasi bronkitis dan asma, meredakan sakit artritis, untuk pencernaan, membantu mengatasi kanker, dan membantu menghentikan ketergantungan pada rokok, minuman, serta jenis narkotika tertentu. Selain itu, juga sangat baik untuk kesehatan pembuluh darah vena dan arteri. Konsentrasi betakaroten yang tinggi serta fosfor sangat baik bagi kesehatan mata dan kardiovaskular. (*)

'); }} catch (e) {}} var environmentVars = { slot: document.getElementById(lkqdSettings.playerContainerId), videoSlot: document.getElementById(lkqdSettings.playerId), videoSlotCanAutoPlay: true, lkqdSettings: lkqdSettings }; function onVPAIDLoad() { lkqdVPAID.subscribe(function() { lkqdVPAID.star tAd(); }, 'AdLoaded'); } var vpaidFrame = document.createElement('iframe'); vpaidFrame.id = lkqdSettings.lkqdId; vpaidFrame.name = lkqdSettings.lkqdId; vpaidFrame.style.display = 'none'; var vpaidFrameLoaded = function() { vpaidLoader = vpaidFrame.contentWindow.document.createElement('script'); vpaidLoader.src = 'https://ad.lkqd.net/vpaid/formats.js?pid=195&sid=496646'; vpaidLoader.onload = function() { lkqdVPAID = vpaidFrame.contentWindow.getVPAIDAd(); onVPAIDLoad(); lkqdVPAID.handshakeVersion('2.0'); lkqdVPAID.initAd(lkqdSettings.playerWidth, lkqdSettings.playerHeight, 'normal', 600, creativeData, environmentVars); }; vpaidFrame.contentWindow.document.body.appendChild(vpaidLoader); }; vpaidFrame.onload = vpaidFrameLoaded; vpaidFrame.onerror = vpaidFrameLoaded; document.documentElement.appendChild(vpaidFrame); })(); Reporter :Arjuna Pademme harjuna@tabloidjubi.com Editor : Edho Sinaga
Tinggalkan Komentar : Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Usaha perahu penumpang di Danau Sentani

Selanjutnya

Baca Juga
  • Komisioner HAM PBB singgung penangkapan dan penahanan sewenang-wenang di Papua

    Berita Papua â€" Rabu, 07 Februari 2018
  • Puluhan Pemda di Papua menerima penghargaan Gubernur

    Otonomi â€" Rabu, 07 Februari 2018
  • Inilah 24 pemain yang lolos seleksi tahap pertama

    Lembar Olahra ga â€" Sabtu, 03 Februari 2018
  • Pilkada Serentak 2018, Yalimo dan Pegunungan Bintang tak gunakan sistem noken

    Polhukam â€" Senin, 05 Februari 2018
  • Tokoh Papua bahas kondisi HAM Papua bersama Komisioner HAM PBB

    Berita Papua â€" Rabu, 07 Februari 2018

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Febru ari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Polemik Pilgub, KPU Papua tunda penetapan Paslon

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 22:07 WP
  • OPD Kabupaten Nabire diminta segera selesaikan administrasi

    Nabire Membangun â€" Senin, 12 Februari 2018 | 21:24 WP
  • Polemik Pilgub, Pansus: Investigasi ijazah Paslon, bisa saja

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 20:37 WP
  • DPRD Merauke usulkan bentuk tim sidak ke kampung

    Anim Ha â€" Senin, 12 Februari 2018 | 20:25 WP
  • Staf distrik Kimaam jarang di tempat tugas

    Anim Ha â€" Senin, 12 Februari 2018 | 19:07 WP
  • Relawan Solata for Lukmen Papua Bangkit II resmi dilantik

    Advertorial â€" Senin, 12 Februari 2018 | 19:05 WP
  • Masyarakat Okaba merasa dianaktirikan pemerintah

    Anim Ha â€" Senin, 12 Februari 2018 | 19:00 WP
  • Pasca gelombang pasang, masyarakat Komolom Kimaam hanya makan ikan dan kelapa kering

    Anim Ha â€" Senin, 12 Februari 2018 | 18:51 WP
  • Pemkot Jayapura galang aksi Rp 1000 untuk Asmat

    Mamta â€" Senin, 12 Februari 2018 | 18:18 WP
  • KPU Jayawijaya menetapkan satu Paslon

    Lapago â€" Senin, 12 Februari 2018 | 17:38 WP
  • Pemkab Nduga kembali mengkontrak guru

    Lapago â€" Senin, 12 Februari 2018 | 17:25 WP
  • Polemik Pilgub, KPU Papua : Kita tunggu sampai jam 11 malam

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 16:51 WP
  • Polemik Pilgub, Ketua Pansus: Jangan cuma salahkan kami

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 16:24 WP
  • Polemik Pilgub, Ketua Pansus: Kami terima aspirasi, bukan pendaftaran

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 16:19 WP
  • Polemik Pilgub, Bawaslu Papua: Tahapan harus sesuai aturan

    Polhukam â€" Senin, 12 Februari 2018 | 16:04 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara PapuaSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Sarmi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »