Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta

Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta

Login/Daftar Home������…

Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta
  • Kamis, 22 Februari 2018 â€" 22:57
  • 167x views
Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta "Stuktur dewan adat Mamta-Tabi sudah ada sejak dulu, sebelum ada pemerintahan. Sejak zaman Belanda sudah ada peta adat. Wilayah adat Mamta-Tabi meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya," katanya seusai dialog. Sekretaris Dewan Adat Mambra, Matin Tukeja (kiri) bersama sekretaris Komisi I DPRP Mathea Mamoyao, usai pertemuan Komisi I DPRP dengan masyarakat adat Kabupaten Mamberamo Raya, Rabu (22/2/2018) - Jubi/Arjuna. Arjuna Pademme [email protected] Editor : Edho Sinaga LipSus Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP Anak-anak Papua yang berjuang ke sekolah Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP Bisnis wisata di Raja Ampat Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP Emas ilegal asal Papua bebas dijual? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No . 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Masyarakat adat Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) yang kini masuk dalam wilayah adat Saireri ingin kembali ke wilayah adat mereka yang sebenarnya yakni Mamta-Tabi.

Hal ini dikatakan Sekretaris Dewan Adat Mambra, Matin Tukeja usai dengar pendapat dan dialog bersama Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, Rabu (22/2/2018).

"Stuktur dewan adat Mamta-Tabi sudah ada sejak dulu, sebelum ada pemerintahan. Sejak zaman Belanda sudah ada peta adat. Wilayah adat Mamta-Tabi meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya," katanya seusai dialog.

Menurutnya, kini masyarakat adat di Mamberamo Raya masuk dalam wilayah adat Saireri, hal inilah yang membuat pihaknya tidak sependapat.

"Kami masyarakat adat Mambra sejak zaman dulu ada di wilayah Mamta-Tabi, bukan Saireri atau Lapago," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua III Dewan Adat Papua, George Weyasu. Menurutnya, 28 kabupaten dan satu kota di Papua dibagi dalam lima wilayah adat, yakni Lapago, Meepago, Saireri, Mamta-Tabi, dan Anim Ha.

Kata Weyasu, dulunya sebelum Kabupaten Mambra dimekarkan dari Kabupaten Jayapura, masyarakat adat di sana berada di wilayah Kabupaten Jayapura.

"Mereka yang ke arah timur itu yang masuk Saireri, bukan kami. Ini harus posisi ini harus dikembalikan ke wilayah adat semestinya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRP, Mathea Mamoyao mengatakan, pihaknya akan berupaya memfasilitasi penyelesaian pengembalian Mambra ke wilayah adat Mamta-Tabi.

"Kami akan berkoordinasi dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk meluruskan masalah wilayah adat ini," kata Mathea.

Menurutnya, MRP akan diundang, terutama kelompok kerja (pokja) adat lembaga kultur orang asli Papua.

"Dalam MRP ini ada pokja adat, perempuan, dan agam a yang merupakan keterwakilan dari lima wilayah adat di Papua. Kebetulan saya dan wakil komisi I DPRP juga anggota Baleg DPRP, kami akan mendorong perda wilayah adat ini," ucapnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Warga Dobonsolo keluhkan tumpukan sampah di dermaga Yahim

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby Berita Papua |â€" Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6302x views Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby? Pasifik |â€" Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3126x views Mereka sedang membunuh Koroway dengan air perak dan logam mulia Pilihan Editor |â€" Selasa, 20 Februari 2018 WP | 2890x views Proyek Palapa ring bakal rampung akhir tahun Otonom i |â€" Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2675x views Bupati Abock: Siapkan semua laporan untuk BPK Lapago |â€" Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2281x views Terkini
  • Tanahnya diklaim Pemkot Jayapura, K30 mengadu ke Komisi I DPRP

    Polhukam â€" Jumat, 23 Februari 2018 | 00:13 WP
  • Terlambat laporkan dana kampanye, Paslon didiskualifikasi

    Pilkada Papua â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 23:48 WP
  • Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta

    Seni & Budaya â€" Kamis, 22 Febru ari 2018 | 22:57 WP
  • Dugaan ijazah palsu hingga keberatan penetapan, jadi aduan ke Panwaslu

    Pilkada Papua â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 22:28 WP
  • Akses sulit, Bupati Abock tetap resmikan GIDI di Sosi

    Lapago â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 21:41 WP
  • Mayoritas penduduk Yahukimo belum perekaman KTP-elektronik

    Lapago â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 19:30 WP
  • Dana desa dimanfaatkan bangun jalan lingkungan

    Anim Ha â €" Kamis, 22 Februari 2018 | 18:54 WP
  • Masyarakat tagih janji Bupati Merauke

    Anim Ha â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 18:48 WP
  • Warga Dobonsolo keluhkan tumpukan sampah di dermaga Yahim

    Jayapura Membangun â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 18:41 WP
  • Simpan tiga bungkus sabu, seorang IRT ditangkap polisi

    Anim Ha â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 18:28 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Sarmi

Tidak ada komentar