Ketika obat malaria habis di Yahukimo - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ketika obat malaria habis di Yahukimo

Ketika obat malaria habis di Yahukimo

Login/Daftar Home��������������…

Ketika obat malaria habis di Yahukimo

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun< /li>
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opin i
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ketika obat malaria habis di Yahukimo
  • Kamis, 08 Februari 2018 â€" 09:54
  • 181x views
Ketika obat malaria habis di Yahukimo “Kami kecewa terhadap rumah sakit dan juga pemerintah, karena banyak yang sakit malaria tetapi tidak dikasih obat, heran dalam waktu bersamaan stok obat bisa habis, bahkan di apotek juga,” katanya Pasien sedang be robat di Puskesmas Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo â€" Jubi/ Piter Lokon. Piter Lokon piter@tabloidjubi.com Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Lebih dua minggu obat malaria DHP habis di Dekai, Yahukimo. Keluarga pasien, rumah sakit, dan puskesmas kebingungan. Ini pertama kali terjadi di kabupaten yang angka penderita malaria termasuk tinggi di Papua.

Tomi Sub kebingungan. Keluarganya, Petius Wakla, 25 tahun, sudah seminggu sakit. Ketika dibawa ke dokter praktek dan diperiksa darahnya ternyata menderita malaria Tropika plus (+).

Dokter memberinya resep, namun setelah mencari obat ke empat apotek di Yahu kimo, ternyata obat sedang habis.

“Akhirnya saya bawa ia ke RSUD Dekai, tetapi di sana obat juga habis, saya bawa ke Apotek Derial habis juga, ternyata semua apotek di Yahukmo kehabisan obat malaria,” katanya kepada Jubi di Dekai, Sabtu, 3 Februari 2018.

Ia kembali membawa Petius ke UGD RSUD Yahumo. Di sana Petius terpaksa dipasang infus.

“Kami kecewa terhadap rumah sakit dan juga pemerintah, karena banyak yang sakit malaria tetapi tidak dikasih obat, heran dalam waktu bersamaan stok obat bisa habis, bahkan di apotek juga,” katanya

Kehabisan obat juga diceritakan Pendeta Geradus Heluka. Istrinya sakit, pada 23 Januari lalu ia membawanya ke tempat praktek Dokter Rahel untuk cek darah. Di sana ia melihat beberapa pasien sakit malaria.

“Obat di situ tidak ada, jadi kami cari obat di apotek kota Dekai, di semua apotek ternyata obat malaria habis, baik kina maupun DHP, itu tidak ada, lalu kami pergi ke UGD RSUD Dekai dengan memb awa resep dokter, tapi sampai di sana dokter juga bilang obat habis,” ceritanya kepada Jubi di Dekai, Sabtu, 3 Februari 2018.

Pendeta Geradus menanyakan kenapa obat malaria tidak ada. Dokter menjelaskan persediaan hanya untuk pencegahan malaria musim ini. Obat tambahan belum masuk dari Dinas Kesehatan karena di gudang dinas stok juga habis.

“Dalam waktu bersaman habis di RSUD dan apotek, jadi ini sangat mencurigakan, apalagi banyak pasien malaria di rumah sakit,” katanya.

Pendeta Geradus kesal dengan kejadian tersebut, karena habisnya persediaan obat di sebuah kabupaten berkaitan dengan nyawa manusia.

“Jika masyarakat meninggal siapa yang tanggung? Orang dinas, rumah sakit, atau pemerintah,” katanya. “Harapan saya pasien malaria ini harus bisa ditangani cepat dan rumah sakit harus punya obat, jangan sampai pasien tidak diobati berjam-jam dan jangan sampai tidak bisa tertolong,” katanya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha RSUD Dekai Aser Sobolim mengatakan, obat malaria DHP (Dihydroartemisinin piperaquine) habis sejak Desember 2017. Namun sudah ada kembali Senin, 29 Januari 2018.

“Obat habis karena banyaknya pasien yang sakit malaria dari Desember 2017 hingga Januari 2018, hal seperti ini sebelumnya tak pernah terjadi, ini pertama kali,” katanya kepada Jubi, Kamis, 1 Februari 2018.

Obat malaria lainnya seperti Kina aman. Hanya saja, kata Aser, kebanyakan pasien tidak suka Kina karena tingkat kesembuhannya 5 hingga 6 hari dan telinga juga menjadi tuli berapa hari. Karena itu kebanyakan pasien suka dengan DHP karena kesembuhannya cepat dengan tidak ada efek seperti telinga tuli.

“Karena itu setelah DHP habis, pasien kami beri Kina dan infus,” ujarnya.

Stok obat di RSUD Dekai, jelasnya, berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo sesuai permintaan atau kebutuhan.

“Saya berharap tidak terulang lagi kekosongan stok, ke depan obat selalu tersedia supaya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat saya di Yahukimo,” katanya.

Meski mengaku belum memiliki data 2017, Aser mengatakan, angka pasien malaria di Yahukimo selalu tertinggi setiap tahun. Penderita berasal dari kampung-kampung.

Kehabisan obat malaria juga terjadi di Puskesmas Dekai. Dokter yang bertugas di sana, dr. Jois Polis mengatakan, tak hanya DHP bahkan juga Kina kosong sejak 15 Januari 2018 dan baru ada 1 Februari 2018. Kehabisan obat terjadi karena ketika diminta ke Dinas Kesehatan ternyata di gudang sedang kosong.

“Ini baru pertama kali terjadi di Puskesmas Dekai, kami di sini dalam sehari pasien bisa lebih 100 yang diperiksa darahnya dan 20 hingga 30 orang didiagnosa terkena malaria, artinya setahun pasien malaria di Puskesmas Dekai yang melayani Distrik Dekai bisa 4.240 orang, jadi kami membutuhkan obat yang banyak,” ujarnya.

Ketika Jubi mengkonfirmasi ke Gudang Farmasi Dinas Kes ehatan Kabupaten Yahukimo, staf di sana bernama Ari Chiristianto Sumilang membantah stok obat habis.

“Siapa yang bilang obat habis? Orangnya siapa? Informasi yang tidak benar itu, gudang dekat dengan Rumah Sakit Umum Dekai, jadi mereka biasanya obat habis datang minta maka kami kasih, jadi obat tidak ada kekosongan, di Apotek tersedia obatnya, jadi jangan informasi yang salah, makanya jangan langsung dari pimpinan, tetapi tanya di Apotek dulu, pemimpin rumah sakit itu siapa? Info yang tidak benar itu,” katanya dengan suara keras.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Yando mengaku belum tahu kalau obat malaria habis di RSUD Dekai karena belum ada laporan kepadanya.

“Kalau obatnya habis kami biasanya minta ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua sesuai obat yang habis, hanya kadang kita mengalami kesulitan dengan penerbangan,” jelasnya kepada Jubi, Jumat 2 Februari 2018.

Ia mengatakan, biasanya selalu ada persediaan 8.000 tablet obat mal aria di Gudang Farmasi dan sebelum habis langsung dipesan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Sebagai antisipasi dinas juga menyiapkan 5.000 kelambu yang akan dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan dan mengimbau masyarakat membersihkan halaman. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Di SD YPK Alatep, satu guru mengajar enam kelas

Selanjutnya

Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya: Dinas Pendidikan jangan hanya janji saja

Baca Juga
  • Inilah 24 pemain yang lolos seleksi tahap pertama

    Lembar Olahraga â€" Sabtu, 03 Februari 2018
  • Pilkada Serentak 2018, Yalimo dan Pegunungan Bintang tak gunakan sistem noken

    Polhukam â€" Senin, 05 Februari 2018
  • Dana studi akhir di transfer ke rekening mahasiswa bukan ke pengurus himpunan

    Penkes â€" Kamis, 01 Februari 2018
  • Puluhan Pemda di Papua menerima penghargaan Gubernur

    Otonomi â€" Rabu, 07 Februari 2018
  • Persipura mania akan miliki markas baru

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 02 Februari 2018

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di B ougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Rabu, 07 Februari 2018 | 14:52
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:17
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota

    Ekonomi â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 13:22 WP
  • DPR Papua: Dana otsus harus diawasi semua pihak

    Ekonomi â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 13:03 WP
  • Setelah Indonesia, Komisaris Tinggi HAM PBB kunjungi PNG dan Fiji

    Pasifik â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 12:06 WP
  • Dua negara Pasifik ini belum sepenuhnya “bebas”

    Pasifik â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 11:35 WP
  • Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya: Dinas Pendidikan jangan hanya janji saja

    Penkes â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 11:26 WP
  • Pemda terlambat kirim uang, mahasiswa Papua di Yogya jadi tukang parkir

    Penkes â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 11:18 WP
  • Kajian Buku: Kudeta, globalisasi dan perombakan struktur ‘demokrasi’ Fiji

    Pasifik â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 10:42 WP
  • K etika obat malaria habis di Yahukimo

    Penkes â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 09:54 WP
  • Sampah dari perkotaan kotori Danau Sentani

    Lingkungan â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 09:48 WP
  • Tiga ribu hektar hutan TN Lorentz rusak

    Lingkungan â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 08:34 WP
  • Diundang Indonesia ke Papua, Komisioner HAM PBB segera siapkan misi kunjungan

    Nasional & Internasional â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 08:28 WP
  • Jalan Provinsi Bian-Okaba Kini jadi jalan Setapak

    Infrastruktur â€" Kamis, 08 Februari 2018 | 06:32 WP
  • Pengurus Komite Insos Kabor tanah tabi segera dilantik

    Papua â€" Rabu, 07 Februari 2018 | 18:51 WP
  • Tuntut kejelasan Pansus, Foberja memalang pintu DPRD Jayawijaya

    Lapago â€" Rabu, 07 Februari 2018 | 18:35 WP
  • Banjir "undang" longsor di Distrik Demta

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 07 Februari 2018 | 18:31 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Ken dari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Yahukimo

Tidak ada komentar