Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota

Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota

Login/Daftar Home��…

Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota
  • Kamis, 08 Februari 2018 â€" 13:22
  • 507x views
Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota "Itu karena orang Papua tidak memanfaatkan potensi alam yang ada. Kebanyakan berpikir hanya menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)," ujar Herlina. Kerajinan tangan hasil karya penduduk di Kabupaten Jayapura, merupakan potens i yang harus dikembangkan guna menumbuhkan ekonomi keluarga - Jubi/Roy Ratumakin. Roy Ratumakin redaksi@tabloidjubi.com Editor : Edho Sinaga

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Herlina Neatrix Monim mengatakan, pola pikir masyarakat Papua harus diubah terkait penilaian terhadap dana Otonomi Khusus (Otsus), yang disinyalir berada di Provinsi. Hal ini berdampak pada migrasi secara besar-besaran dari masyarakat untuk merantau ke kota, guna mendapatkan dana Otsus tersebut.

"Pembagiannya sudah jelas. 80 persen dana Otsus dialokasikan ke Kabupaten/Kota sedangkan di Provinsi hanya 20 persen. Jadi anggaran dana Otsus tersebut sebenarnya ada di Kabupaten/Kota," katanya kepada Jubi, Rabu (07/02/2018) di Jayapura.

Herlina meminta para pemangku kebijakan seperti Bupati dan Wali Kota menjelaskan kepada masyarakat, besaran dana tersebut yang disalurkan, dan diperuntukkan bagi apa saja, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya.

"Banyak masyarakat bilang tidak merasakan dana Otsus. Ini kesalahan siapa? Yang mau diluruskan disini adalah besaran dana Otsus yang diperuntukkan kepada Kabupaten/Kota, juga harus disampaikan oleh Bupati dan Wali Kota, sehingga tidak timbul pertanyaan. Kewenangan ada di mereka (Bupati dan Wali Kota) seharusnya memberikan penjelasan," ujarnya.

Dikatakan, orang Papua harus menjadi tuan diatas negerinya sendiri. Bagaimana caranya? Gali potensi diri yang ada dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Papua.

"Jangan kita ramai-ramai ke kota mencari pekerjaan terus tinggalkan orang lua r yang tempati desa kita. Ketika orang luar itu berhasil di kampung kita, kita malah bilang mereka yang menikmati dana Otsus. Padahal orang luar itu dengan ulet bekerja dan mengatakan Pemerintah tidak perhatikan orang Papua," katanya.

Dirinya mencontohkan di Kabupaten Sarmi, kenapa masyarakat luar bisa melaut dan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak seperti udang yang jika dipasarkan di Kota Jayapura mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

"Itu karena orang Papua tidak memanfaatkan potensi alam yang ada. Kebanyakan berpikir hanya menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)," ujarnya.

Anggota komisi II DPR Papua, John Gobay pun berpendapat serupa. Dirinya menyayangkan masyarakat yang selama ini bermukim di kampung dan memiliki bakat serta talenta yang memadai, namun tidak bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Papua.

"Sangat disayangkan memang. Tapi ini juga menjadi tugas besar Pemerintah untuk melakukan pemahaman dan ed ukasi terhadap masyarakat. Mungkin masyarakat tidak memiliki modal yang cukup sehingga kalah bersaing dengan teman-teman kita yang datang dari luar Papua," katanya.

Untuk itu dirinya berharap, Pemerintah provinsi maupun Kabupaten/Kota harus lebih serius memberikan pelatihan yang mengarah kemandirian dalam ekonomi.

"Ini yang mungkin belum terlihat," ujarnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

DPR Papua: Dana otsus harus diawasi semua pihak

Selanjutnya

Bisnis perhotelan tak ingin hanya mengejar PON

Baca Juga
  • Puluhan Pemda di Papua menerima penghargaan Gubernur

    Otonomi â€" Rabu, 07 Februari 2018
  • Inilah 24 pemain yang lolos seleksi tahap pertama

    Lembar Olahraga â€" Sabtu, 03 Februari 2018
  • Pilkada Serentak 2018, Yalimo dan Pegunungan Bintang tak gunakan sistem noken

    Polhukam â€" Senin, 05 Februari 2018
  • Dana studi akhir ditransfer ke rekening mahasiswa bukan ke pengurus himpunan

    Penkes â€" Kamis, 01 Februari 2018
  • Komisioner HAM PBB singgung penangkapan dan penahanan sewenang-wenang di Papua

    Berita Papua â€" Rabu, 07 Februari 2018

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Rabu, 07 Februari 2018 | 14:52
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:17
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Anggota LMR RI bersihkan sampah di pasar Pharaa

    Jayapura Membangun â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 16:35 WP
  • Trans Papua Yalimo-Wamena diprediksi tembus tahun ini

    Lapago â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 16:34 WP
  • Dapil Pileg di Jayawijaya bergeser

    Lapago â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 16:15 WP
  • Pemkab Jayapura tunggu informasi panitia besar PON

    Jayapura Membangun â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 15:51 WP
  • Tanggal lahir Pemprov Papua ditetapkan 27 Desember

    Otonomi â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 15:51 WP
  • Bonus dari Telkomsel bagi pelanggan prabayar yang registrasi

    Advertorial â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 13:38 WP
  • Jasa Raharja komitmen kebut pembayaran santunan klaim kecelakaan

    Advertorial â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 13: 29 WP
  • Pertumbuhan ekonomi Papua melambat

    Ekonomi â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 13:23 WP
  • Kementerian ESDM diminta mediasi PT Freeport dan masyarakat adat

    Polhukam â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 13:19 WP
  • PHRI: Pemesanan online mudahkan konsumen

    Ekonomi â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 12:42 WP
  • Relawan medis tekankan pentingnya pendidikan gizi di Pasifik

    Pasifik â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 12:30 WP
  • Ketika legislator perempuan perjuangkan hak kaumnya

    Perempuan dan Anak â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 12:25 WP
  • Pelindo IV terus berbenah

    Ekonomi â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 12:19 WP
  • Komunitas bersama Pasifik bukan kepentingan strategis global Australia saat ini

    Pasifik â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 12:07 WP
  • Pemilik feri maut Kiribati diselidiki

    Pasifik â€" Jumat, 09 Februari 2018 | 11:48 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 Septembe r 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Sarmi

Tidak ada komentar