Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua

Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua

Login/Daftar Home�������…

Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!< /li>
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua
  • Jumat, 02 Februari 2018 â€" 08:09
  • 601x views
Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua "Kalau masih santai-santai pasti tidak bisa. Harus kerja keras. Kalau di tingkat nasional, kelihatannya kurang yakin kasus malaria ini bisa tuntas pada tahun 2030," kata anggota Tim Supervisi Program Pekan Kelambu Massal Kementerian Kesehatan, Dr Roy Tjong. Ilustrasi, pembagian kelambu anti nyamuk di kampung Toladan, distrik Sentani, kabupaten Jayapura - Jubi ANTARA redaksi@tabloidjubi.com Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Timika, Jubi - Anggota Tim Supervisi Program Pekan Kelambu Massal Kementerian Kesehatan, Dr Roy Tjong, menegaskan dibutuhkan kerja keras untuk mengeliminasi kasus malaria di sejumlah daerah Papua yang secara nasional ditargetkan tahun 2030.

"Kalau masih santai-santai pasti tidak bisa. Harus kerja keras. Kalau di tingkat nasional, kelihatannya kurang yakin kasus malaria ini bisa tuntas pada tahun 2030," kat a Roy Tjong, di Timika, Kamis (1/2/2018).

Roy mengatakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan malaria terutama di lima provinsi kawasan timur Indonesia yaitu dengan memaksimalkan penggunaan kelambu anti nyamuk.

Penggunaan kelambu anti nyamuk yang dipasang di kamar-kamar tidur warga, dinilai sangat efektif untuk mencegah gigitan nyamuk anopheles betina, pembawa parasit malaria.

Selain penggunaan kelambu anti nyamuk, sistem rujukan pasien juga perlu dibenahi.

"Salah satu persoalan tersulit di pedalaman Papua yaitu bagaimana mendapatkan pengobatan yang tepat. Artinya, orang yang sakit itu harus diperiksa terlebih dahulu darahnya, apakah benar-benar terserang malaria atau tidak. Kalau memang ditemukan parasit malaria dalam darahnya, barulah diberikan obat. Kalau tidak, dikhawatirkan akan terjadi resistensi," jelas Roy, yang didampingi Yety Intarti, staf Subdit Malaria Kemenkes.

Pada akhir 2017, Kemen kes mengirim 112.400 kelambu anti malaria ke Kabupaten Mimika.

Selain ke Mimika, kelambu anti malaria sumbangan lembaga donatur internasional, Global Fund itu juga dikirim ke Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Boven Digoel.

Kasus malaria di Papua merupakan penyumbang tertinggi angka kasus malaria nasional.

Selain Provinsi Papua, empat provinsi di kawasan timur Indonesia lainnya yang masih merupakan daerah endemis malaria yaitu Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait penggunaan kelambu anti nyamuk dalam rangka mengatasi kasus malaria, Pemkab Mimika menggelar program pekan kelambu malaria massal pada Jumat (2/2/2018) bertempat di Kampung Gimbi, Distrik Kuala Kencana.

Pemkab Mimika menargetkan setiap dua orang dalam satu rumah akan menggunakan kelambu anti nyamuk tersebut.

Sejumlah Puskesmas di Mimika sebelumnya telah membagikan kelambu gratis tersebut kepada masyarakat di wilayah kerja ma sing-masing. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Presiden BEM Uncen sebut program KB produk Orba

Selanjutnya

Mimika bagikan vitamin A untuk Balita

Baca Juga
  • Stadion Papua Bangkit adalah kebanggaan kita

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 24 Januari 2018
  • Cuti kuliah demi menjual gorengan

    Mamta â€" Minggu, 28 Januari 2018
  • Korupsi menara salib Wio Silimo diduga melibatkan pejabat daerah

    Polhukam â€" Kamis, 25 Januari 2018
  • KPU Mamteng: Berkas bakal calon perseorangan tidak lengkap

    Lapago â€" Selasa, 23 Januari 2018
  • Kapal perang Perancis berlabuh di pelabuhan Jayapura

    Mamta â€" Kamis, 25 Januari 2018

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Lap oran Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja di Launching
Jumat, 26 Januari 2018 | 15:36
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:17
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Persipura mania akan miliki markas baru

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 20:55 WP
  • Usai apel pagi, ASN dan TNI/Polri bersih-bersih pulau Mansiman

    Domberai â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 19:56 WP
  • Warga sejumlah kampung di Waan terancam kelaparan

    Anim Ha â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 19:50 WP
  • Bupati Nabire minta disiplin ASN ditingkatkan

    Nabire Membangun â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 19:47 WP
  • Anak-anak Marind-Buti di tempat penampungan mulai diserang diare dan ISPA

    Anim Ha â€" Jumat, 02 Fe bruari 2018 | 19:29 WP
  • OPD Papua diberi waktu 14 menyelesaikan LPPD

    Otonomi â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 19:22 WP
  • DPD RI kunjungi Papua

    Otonomi â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 19:08 WP
  • Cicit Ottow dan Geisler akan datang ke Mansinam

    Domberai â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 17:55 WP
  • Mimika bagikan vitamin A untuk Balita

    Penkes â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 15:41 WP
  • Butuh kerja keras eliminasi malaria di Papua

    Penkes â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 08:09 WP
  • Kejagung tangkap mantan Kajari Wamena di Mataram

    Nasional & Internasional â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 08:02 WP
  • Carol Renwarin, jasa dan dedikasinya kini dilupakan

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 07:58 WP
  • Peter Butler selesai seleksi, nama pemain tinggal diumumkan

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 07:50 WP
  • Sembilan cabor tambahan sudah disampaikan ke KONI Pusat

    Lembar Olahraga â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 07:46 WP
  • Presiden BEM Uncen sebut program KB produk Orba

    Penkes â€" Jumat, 02 Februari 2018 | 07:37 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Sarmi

Tidak ada komentar