15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire

15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire

Login/Daftar����������������������������������������������������…

15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini< /li>
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Sa ya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. 15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire
  • Kamis, 22 Februari 2018 â€" 16:03
  • 40x views
15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire “Saat ini yang beroperasi ada 10 unit, sedangkan 10 lainnya dalam keadaan rusak. Ada rusak mesin dan ada juga badan mobil yang rusak,” kata Pjs. Perum Damri Cabang Nabire, Marthen Tandi Armad a Mikro Bus di Haaman kantor Damri, jln. Trikora Kota lama Nabire, Kamis(21/2/2018) - Jubi/Titus Ruban Titus Ruban [email protected] Editor : Angela Flassy LipSus Anak-anak Papua yang berjuang ke sekolah Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP Bisnis wisata di Raja Ampat Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP Emas ilegal asal Papua bebas dijual? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 19:37 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

SUDAH hampir 15 tahun Marthen Pekey menjadi sopir Damri bersubsidi di Nabi re. Suka duka,pahit manis pengalaman sudah dirasakan Pekey selama melayani masyarakat. Namun satu yang dianggap Pekey sebagai kendala dalam menjalankan pekerjaannya. Pekey mengaku sering dipalak oleh oknum â€" oknum masyarakat yang mabuk di jalan.

“Mereka minta uang. Ya kami terpaksa kasih saja dari pada ribut. Nanti bus dilempar,” katanya saat ditemui Jubi di Nabire, Kamis, 22 Februari 2018.

Saat melayani masyarakat kampung, Pekey sering bermalam di kampung tujuan trayeknya. Misalkan saat mendapat tugas membawa bus jurusan Nabire - Kampung Wami, busnya akan bermalam di kampung. Pagi-pagi benar ia membawa penumpang menuju kota. Mayoritas penumpang adalah para petani yang menjual hasil kebun seperti sayuran atau berdagang di pasar.

“Jadi pagi balik ke kota dan sore ke kampung lagi. Kami tunggu sampai kesibukan mereka di kota selesai dan sore kembali lagi ke kampung,” katanya.

Kadang masyarakat tidak membayar tidak sesuai tariff, tetapi sopir bus tetap melayani para penumpang dengan sabar.

Kehadiran mikro bus angkutan Damri di Kabupaten Nabire sudah sejak 15 tahun silam. Masyarakat sangat merasakan manfaatnya, khususnya yang berada di daerah pedesaan.

Armada milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut merupakan satu-satunya angkutan umum perintis yang membuka keterisolasian kampung-kampung asli maupun transmigrasi di kabupaten tersebut. Karena Bus Damri bersubsidi melayani jurusan yang tidak dilalui oleh angkutan umum lainnya.

Nairon Kogoya ,seorang Penumpang dari Kampung Wami mengatakan cukup puas dengan pelayanan bus-bus Damri yang dilengkapi dengan AC atau pendingin ruangan itu.

“Kami sangat terbantu Damri karena tidak ada taxi (angkutan kota) ke kampung. Kalaupun ada pasti mahal. Apalagi bus ada AC. Naik bus terasa sangat sejuk dan nyaman ibarat di rumah sendiri,” ujar Kogoya.

Bus Damri yang beroperasi di Kabupaten Nabire berukuran sedang. Dengan jumlah seat hanya 29 tempat duduk.

Pjs. Perum Damri Cabang Nabire, Marthen Tandi mengatakan sejak 15 tahun beroperasi, Damri telah melayani empat trayek, yakni Nabire - Topo (Distrik Uwapa), Nabire - Wami (Distrik Yaur), Nabire - Kaladiri (Distrik Nabire Barat) dan Nabire - Lagari (Distrik Makimi).

“Kami adalah perpanjangan tangan dari pemerintah yang senantiasa melayani masyarakat yang tidak dilalui angkutan umum lain. Tetapi juga berdasarkan permimtaan dari masyarakat,” ujarnya saat ditemui Jubi di Kantornya, Kamis 21 Februari 2018.

Hingga 2018 ini, pihaknya telah memiliki 20 unit armada dam merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.

“Saat ini yang beroperasi ada 10 unit, sedangkan 10 lainnya dalam keadaan rusak. Ada rusak mesin dan ada juga badan mobil yang rusak,” katanya

Tarif di empat jurusan ini bervariasi sesuai jarak. Misalnya trayek untuk Nabire lagari sampai di SP 4, tarifnya sebesar Rp 25 ri bu. Nabire - Topo tarifnya Rp 10. Ribu hingga â€" 15 ribu. Nabire - Kaladiri Rp 10 ribu dan Nabire - Wami Rp 20 ribu.

Dari keempat trayek tersebut, ada trayek yang dilalui oleh angkutan umum seperti angkutan kota. Akan tetapi ada itu merupakan permintaan dari masyarakat, Perum Damri Nabire bersedia melayani.

“Ini sesuai motto dan tugas kami untuk melayani mereka,” ujar Tandi.

Dari empat jalur yang sudah dilayani Damri Nabire, Tahun 2018 akan menambahkan dua trayek lagi yakni Nabire - Sima (Distrik Yaur) dan Nabire - Makimi (Distirk Makimi).

“Kami sudah melaporkan kepada Kementerian perhubungan sebab ada permintan dari masyarakat dan tetap akan disubsidikan,” katanya.

Permasalahan Perum Dampi Cabang Nabire yang beralamatkan di jalan Trikora Kota lama tersebut adalah kantor yang sangat tidak layak. Pasalnya kantor tersebut bukan miliki Damri tetapi pinjam pakai.

Selama ini, Kata Tandi, pihaknya telah berupaya agar me miliki tempat dan kantor sendiri, tetapi belum ada persetujuan dari pusat. Sehingga harus meminjam tempat dan kantor dari pemerintah daerah. Kantor tersebut adalah bekas kantor PKK milik Pemkab Nabire yang dipinjamkan.

“Saya harap kita semua selalu menjaga kendaraan yang ada ini untuk kepentingan kita sendiri. Selain itu saya berharap ke depannya kami meiliki kantor dan tempat sendiri,” katanya.(*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Kampung Biawer siap jadi objek wisata mancanegara

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan War ga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis , 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby Berita Papua |â€" Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6210x views Woodball, pendatang baru langsung target 6 emas di PON 2020 Lembar Olahraga |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 5035x views Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby? Pasifik |â€" Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3060x views Pemkab Lanny Jaya kirim 20 guru ke Australia Penkes |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 3003x views Proyek Palapa ring bakal rampung akhir tahun Otonomi |â€" Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2647x views Terkini
  • Pemerintah klaim KLB di Asmat tuntas

    Nasional & Internasional â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 16:41 WP
  • Program padat karya diyakini kurangi pengangguran

    Mamta â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 16:18 WP
  • 15 tahun Damri buka keterisolasian kampung-kampung di Nabire

    Saireri â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 16:03 WP
  • Beras mahal, pembeli beralih ke beras Bulog

    Ekonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:50 WP
  • Peresmian Kantor Bupati Merauke (2), Jadi inspirasi, utamakan pelayanan masyarakat

    Anim Ha â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:45 WP
  • Konflik tanah, suku Momuna ancam kuasai kawasan Dekai

    Lapago â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:30 WP
  • Lima korban longsor Brebes ditemukan

    Jawa â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:06 WP
  • Jelang Pilkada, ASN Papua diimbau hati-hati bermedsos

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 14:23 WP
  • Selain berkurang dibagi, dana kampung rawan dikorup

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 14:05 WP
  • Menko PMK: 90 persen penanggulangan KLB di Asmat terealisasi

    Nasional & Internasional â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 13:34 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Nabire

Tidak ada komentar