Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati

Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati

Rabu 13 Desember 2017, 10:26 WIB Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati Arif Syaefudin - detikNews Aksi massa tolak pabrik semen di…

Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati

Rabu 13 Desember 2017, 10:26 WIB Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor Bupati Arif Syaefudin - detikNews Tolak Pabrik Semen di Pati, Massa JMPPK Geruduk Kantor BupatiAksi massa tolak pabrik semen di Pati Selatan (Foto: Arif Syaefudin/detikcom) Pati - Massa yang mengaku dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati, Rabu (13/12/17) pagi, mendatangi kantor Bupati Pati. Mereka mendesak agar rencana pembangunan pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), anak perusahaan PT Indocement, di Pegunungan Kendeng wilayah Pati Selatan dibatalkan.
Koordinator aksi, Bambang, mengatakan aksi yang digelar tersebut menindakla njuti aksi yang sempat di gelar di depan kantor Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu silam. Mereka menuntut, izin pendirian pabrik tersebut yang telah kadaluwarsa sejak tanggal 8 Desember 2017 kemarin, agar tidak diperpanjang.
"Perizinan PT SMS sudah kadaluwarsa sejak tanggal 8 Desember, sedangkan sampai saat ini pabrik tersebut belum ada tanda-tanda. Otomatis, harusnya sudah tidak bisa lagi dilanjutkan perizinannya," jelasnya.
Menurut Bambang, pihak Pemkab memiliki wewenang penuh untuk tidak memperpanjang bahkan mencabut ijin milik PT SMS.
"Sesuai instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jateng, yang memiliki kewenangan soal perizinan PT SMS adalah pihak Kabupaten. Sebab, ijzin awal yang kini dikantongi PT SMS itu kan yang mengeluarkan pihak kabupaten," tambahnya.
Tolak Pabrik Semen di Pa   ti, Massa JMPPK Geruduk Kantor BupatiMassa adalah para petani Pegunungan Kendeng. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)

Salah seorang peserta aksi, Sri Wiyani, warga Desa Kecamatan Kayen, Pati, mengatakan wilayah yang akan dibangun untuk pabrik PT SMS masih terdapat ratusan rumah yang merupakan pemukiman warga. Sedangkan, sebagian besar warga sekitar menyatakan tidak setuju atas pembangunan tersebut.
"Ada pemukiman warga di sana, kalau seumpama ditambang atau didirikan pabrik semen, hak mereka dikemanakan. Sedangkan sebanyak 67 persen warga di sana sudah menolak," terangnya.
"Pak Presiden Jokowi kan sudah mengamanatkan, kalau proses KLHS belum selesai, jangan sampai ada keluar izin baru soal pabrik semen. Apakah Kabupaten Pati akan membantah instruksi Presiden," lanjutnya.
Selanjutnya, perwakilan massa dipersilahkan untuk bermediasi dengan perwakilan pihak Pemkab Pati.
PT SMS saat ini masih belum beroperasi di wilaya h tersebut. Rencananya pabrik tersebut akan berdiri dengan luasan wilayah sekitar lebih kurang 180 hektare di empat desa di wilayah Pati Selatan.
(mbr/mbr)Sumber: Google News | Warta 24 Pegunungan Bintang

Tidak ada komentar