Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1) - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Bangunan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat difoto malam hari, Kamis (30/11/2017).������������������������������������…

Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

Bangunan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat difoto malam hari, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Bangunan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat difoto malam hari, Kamis (30/11/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Pada tahun 1980-an sampai awal 2000-an, masyarakat yang biasa bepergian ke Bandung melintasi kawasan Puncak, di daerah Cisarua, Kabupaten Bogor, pasti hafal betul dengan nama rumah makan ini.

Rindu Alam.

Hampir setiap kendaraan yang melintas selalu menjadikan Rindu Alam sebagai tempat beristirahat sambil menyantap hidangan sebelum melanjutkan perjalanan.

Rindu Alam mengalami masa kejayaannya sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1980. Pada era pemerintahan Presiden Soeharto itu, Rindu Alam tidak pernah sepi dari pengunjung.

Bukan hanya tamu lokal saja yang datang ke Rindu Alam, melainkan juga tamu mancanegara. Turis dari Asia maupun Eropa pernah singgah untuk mencicipi hidangan makanan di rumah makan milik mantan Panglima Kodam Siliwangi Letjen Ibrahim Adjie ini.

Berjalannya waktu, perlahan jumlah pengunjung mulai berkurang. Sejak dibangunnya Tol Cipularang sebagai alternatif akses jalan menuju Bandung dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, jumlah wisatawan yang melintasi jalur Puncak untuk pergi ke Bandung berkurang drastis.

Selain itu, tumbuhnya tempat-tempat makan baru di sepanjang jalur menuju Puncak, mulai dari Gadog (Ciawi) sampai Cisarua, ditambah kemacetan di sepanjang jalur Puncak juga menjadi faktor Rindu Alam tak seramai dulu.

Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang melayani pelanggan turis arab yang datang, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang melayani pelanggan turis arab yang datang, Kamis (30/11/2017).

Namun, apapun kondisinya, bagi mereka yang rindu dengan Rindu Alam, tempat ini selalu menjadi kenangan dan melekat di hati pecintanya.

Banyak orang beranggapan belum lengkap rasanya ke Puncak tanpa datang ke Rindu Alam. Puncak pun identik dan melekat dengan nama Rindu Alam.

Ajat Sudrajat masih ingat betul ketika dirinya pertama kali bekerja di rumah makan ini, 30 tahun silam. Pria asal Ciamis, Jawa Barat ini menceritakan, banyak pengunjung sampai susah mencari tempat duduk. Terlebih pada akhir pekan.

Entah karena faktor apa sampai Rindu Alam disesaki pengunjung yang mayoritas berasal dari luar Bogor. Ajat mengatakan, mungkin ketika itu, belum ada banyak tempat yang menawarkan sensasi makan sambil melihat panorama alam Puncak di atas ketinggian 1.443 meter di atas permukaan laut.

"Saya melihat Rindu Alam, ya mungkin karena pemandangannya, suasananya, udaranya, juga lokasinya. Bahkan tamu dari Asia, Eropa suka ke sini. Dulu, tamu-tamu negara juga sering ke sini," ungkap Ajat, akhir pekan lalu.

Dua orang koki karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor , Jawa Barat, sedang memasak hidangan untuk disajikan kepada pelanggan, Kamis (30/11/2017)KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Dua orang koki karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor , Jawa Barat, sedang memasak hidangan untuk disajikan kepada pelanggan, Kamis (30/11/2017)

Ajat menjelaskan, sejak pertama kali dibangun dan sampai sek arang, bentuk bangunan rumah makan yang segera dibongkar untuk kepentingan jalur hijau dan pelebaran jalan ini tetap tidak mengalami perubahan.

Ajat mengatakan, salah satu sudut yang menjadi tempat favorit pengunjung adalah deretan kursi memanjang di samping jendela kaca bening.

"Dari sudut itu, pengunjung bisa melihat pemandangan khas kawasan Puncak dari ketinggian," kata salah satu Supervisor Rindu Alam ini.

Dia menuturkan, tersohornya nama Rindu Alam ketika itu sampai memunculkan rasa penasaran para tokoh bangsa negeri ini.

Sebut saja mantan orang pertama dan kedua di negeri ini, mulai dari Soeharto, Try Sutrisno, Hamzah Haz, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau Pak SBY sering ke sini. Sebelum jadi presiden juga suka datang. Apalagi kalau mau ke Istana di Cipanas, beliau pasti mampir dulu," tuturnya.

Dan Rindu Alam mungkin nanti hanya tinggal kenangan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor b erencana menertibkan bangunan rumah makan Rindu Alam setelah keluarnya keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghentikan perpanjangan sewa pakai sampai tahun ini.

Rindu Alam berdiri di atas lahan milik Pemprov Jawa Barat. Berdasarkan informasi, sesuai kesepakatan, sewa pakai lahan itu sampai tahun 2020.

Namun, dengan alasan tertentu, Pemprov Jawa Barat kemudian memutuskan perpanjangan sewa hanya sampai tahun 2017.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, rumah makan Rindu Alam harus sudah kosong sejak tanggal 30 November 2017 lantaran masa perizinannya sudah habis.

BERSAMBUNG: Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang membawa hidangan untuk para pelanggan yang datang, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempa h Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang membawa hidangan untuk para pelanggan yang datang, Kamis (30/11/2017). Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang menunggu di meja resepsionis, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang menunggu di meja resepsionis, Kamis (30/11/2017).

Berita Terkait

Bersantailah Dalam Pelukan Rindu Alam

Terkini Lainnya

Tabrakan Kereta di Jerman, 47 Orang Terluka

Tabrakan Kereta di Jerman, 47 Orang Terluka

Internasional 06/12/2017, 08:01 WIB Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Regional 06/12/2017, 08:00 WIB Gara-gara Rebutan 'Mic' untuk Nyanyi di Kondangan, Pemuda Ini Babak Belur

Gara-gara Rebutan "Mic" untuk Nyanyi di Kondangan, Pemuda Ini Babak Belur

Regional 06/12/2017, 07:56 WIB Nasib Raperda Reklamasi di Tangan Anies

Nasib Raperda Reklamasi di Tangan Anies

Megapolitan 06/12/2017, 07:53 WIB PAN Soroti Sejumlah Pekerjaan Rumah bagi Calon Panglima TNI

PAN Soroti Sejumlah Pekerjaan Rumah bagi Calon Panglima TNI

Nasional 06/12/2017, 07:51 WIB Membahas VIK di Singapura, Membaca Masa Depan Surat Kabar...

Membahas VIK di Singapura, Membaca Masa Depan Surat Kabar...

Nasional 06/12/2017, 07:37 WIB Berita Terpopuler: Mantan Presiden Yaman Tewas, hingga 222 Penerbangan Dibatalkan

Berita Terpopuler: Mantan Presiden Yaman Tewas, hingga 222 Penerbangan Dibatalkan

Internasional 06/12/2017, 07:33 WIB Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

Regional 06/12/2017, 07:23 WIB Rabu Pagi, Komisi I DPR Gelar 'Fit and Proper Test' Calon Panglima TNI

Rabu Pagi, Komisi I DPR Gelar "Fit and Proper Test" Calon Panglima TNI

Nasional 06/12/2017, 07:14 WIB Golkar Harus Ramah Milenial

Golkar Harus Ramah Milenial

Nasional 06/12/2017, 07:13 WIB Susahnya Cari Gas 3 Kg di Bogor...

Susahnya Cari Gas 3 Kg di Bogor...

Regional 06/12/2017, 07:00 WIB Anies Naikkan Dana Operasional RT/RW tetapi Kewajiban Buat LPJ Dihapus

Anies Naikkan Dana Operasional RT/RW tetapi Kewajiban Buat LPJ Dihapus

Megapolitan 06/12/2017, 06:51 WIB BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang di Kepulauan Seribu

BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang di Kepulauan Seribu

Megapolitan 06/12/2017, 06:10 WIB Hapus Diskriminasi Penghayat Kepercayaan

Hapus Diskriminasi Penghayat Kepercayaan

Nasional 06/12/2017, 06:05 WIB Terpopuler: Anies Hapus LPJ RT/RW hingga Ratusan Telur Pterosaurus Langka

Terpopuler: Anies Hapus LPJ RT/RW hingga Ratusan Telur Pterosaurus Langk a

Megapolitan 06/12/2017, 06:03 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Puncak

Tidak ada komentar