Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire

Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire

Login/Daftar�����������������������������������������������…

Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Me mbangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire
  • Rabu, 13 Desember 2017 â€" 19:07
  • 78x views
Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire "Tidak pernah ada upaya penghentian. Kami cek nama perusahaannya, tidak ada. Berarti itu perusahaan ilegal. Tidak ada papan nama perusahaan, kenapa dibiarkan, sementara Polda Papua terus ke Musairo melakukan penyelidikan terhadap perusahaan yan g dikelola masyarakat Papua," kata John Gobai usai dilantik. Ilustrasi penambangan - Jubi. Dok Arjuna Pademme harjuna@tabloidjubi.com Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari jalur 14 kursi, John NR Gobai yang baru dilantik, Rabu (13/12/2017), mengingatkan Polda Papua tidak diskriminasi dalam penanganan masalah tambang di wilayah Kabupaten Nabire.

Ia mengatakan, ada perusahaan asal Korea yang menggarap lahan kurang lebih dua kilometer di Distrik Siriwo, Nabire, namun dibiarkan begitu saja. Padahal aktivitas perusahaan itu merusak lingkungan sekitar.

"Tidak pernah ada upaya penghentian. Kami cek nama perusahaannya, tidak ada. Berarti itu perusahaan ilegal. Tidak ada papan nama perusahaan, kenapa dibiarkan, sementara Polda Papua terus ke Musairo melakukan penyelidikan terhadap perusahaan yang dikelola masyarakat Papua," kata John Gobai usai dilantik.

Menurutnya, Polda Papua mestinya mendesak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, untuk penataan kembali perizinan tambang.

"Hentikan penyelidikan di Musairo terkait sengketa antara perusahaan yang dikelola masyarakat adat dengan investor. Sebagai sesama mitra, kami minta hentikan semua proses penyelidikan," ujarnya.

Katanya, Kapolda Papua, DPR Papua dan Pemprov Papua perlu berkoordinasi terkait masalah perizinan, supaya tidak hanya menguntungkan oknum tertentu, tapi juga masyarakat adat.

"Perlu ada penataan izin, karena kini ada tumpang tindih perizinan. Kapolda harusnya koordinas i dengan pihak terkait untuk penataan, bukan terus melakukan upaya hukum yang diskriminatif," katanya.

Anggota Komisi I DPR Papua, Orgenes Wanimbo mengatakan, kehadiran perusahaan tambang dan perkebunan di suatu kabupaten, selalu memunculkan masalah.

"Paling sering masalah yang ada karena berbenturan dengan masyarakat adat pemilik ulayat," kata Orgenes.

Menurutnya, seharusnya perusahaan yang mengikuti aturan masyarakat pemilik ulayat. "Bukan masyarakat adat sekitar yang harus tunduk pada perusahaan." (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Pelantikan 14 kursi DPRP, sejarah baru OAP

Selanjutnya

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

    Dunia â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

    Polhukam â€" Minggu, 03 Desember 2017
  • Komen Saya

    • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
    • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
    • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
    • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

    Laporan Warga

    Simak Juga SIDANG PUTUSAN PERKARA GUGATAN 29 KARYAWAN TERHADAP PT. VIKTORY CEMERLANG INDONESIA WOOD INDUSTRY
    Rabu, 13 Desember 2017 | 17:58
    Diproduksi : West Papua Updates PERNYATAAN ADOLVINA KUUM TERKAIT FREEPORT
    Rabu, 13 Desember 2017 | 17:54
    Diproduksi : West Papua Updates SOLIDARITAS DEIYAI
    Rabu, 13 Desember 2017 | 17:51
    Diproduksi : KEMATIAN ALEX SAMBOM
    Rabu, 13 Desember 2017 | 17:26
    Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
    Rabu, 13 Desember 2017 | 16:53
    Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
    Rabu, 13 Desember 2017 | 16:43
    Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
    • MRP diharapkan lahirkan peraturan yang berpihak OAP

      Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:34 WP
    • Menteri Yohana: Sekolah Perempuan di Waropen untuk berdayakan perempuan Papua

      Perempuan dan Anak â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:23 WP
    • Masyarakat Papua diimbau menjaga kebersamaan

      Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:22 WP
    • Kejahatan di Papua menjadi keprihatinan Gubernur

      Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:11 WP
    • Dikbud Pemprov Papua sosialisasikan kurikulum bahasa daerah di Meepago

      Nabire Membangun â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:07 WP
    • ASN diminta menjaga kepercayaan publik

      Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 19:59 WP
    • 84.750 kelambu dibagikan gratis di Nabire

      Nabire Membangun â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 19:46 WP
    • Disperindag Pemprov Papua gelar pasar murah menjelang Natal

      Ekonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 19:30 WP
    • Polda diingatkan tak diskriminatif tangani pertambangan di Nabire

      Polhukam â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 19:07 WP
    • Pelantikan 14 kursi DPRP, sejarah baru OAP

      Polhukam â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 19:01 WP
    • Cara distrik Tigi menjaga toleransi saat Natal dan tahun baru

      Meepago â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 18:56 WP
    • APBD Papua dan 11 Raperdasi disahkan DPRP

      Polhukam â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 18:55 WP
    • Konferensi III KAPP, Merry Yoweni terpilih kembali sebagai Ketua

      Berita Papua â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 18:53 WP
    • Permintaan empat fraksi, tak pengaruhi pelantikan 14 kursi DPRP

      Polhukam â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 18:50 WP
    • Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM

      Kalimantan â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 18:44 WP
    Stop Press
    • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
      Selasa, 14 September 2016
    • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
      Rabu, 14 September 2016
    • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
      Minggu, 14 September 2016
    Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Nabire

Tidak ada komentar