Pilkada Serentak 2018, Papua Peringkat Satu Daerah Paling Rawan - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pilkada Serentak 2018, Papua Peringkat Satu Daerah Paling Rawan

Pilkada Serentak 2018, Papua Peringkat Satu Daerah Paling Rawan

KOMPAS.com/Jhon Roy Purba Komisioner Bawaslu RI, Frits Siregar meresmikan gedung pojok pengawasan Bawaslu Papua di Jalan Berdikari No 2 Gedung Sarina, Kota Jayapura,…

Pilkada Serentak 2018, Papua Peringkat Satu Daerah Paling Rawan

Komisioner Bawaslu RI, Frits Siregar meresmikan gedung pojok pengawasan Bawaslu Papua di Jalan Berdikari No 2 Gedung Sarina,  Kota Jayapura,  Papua, Selasa (11/12/2017).KOMPAS.com/Jhon Roy Purba Komisioner Bawaslu RI, Frits Siregar meresmikan gedung pojok pengawasan Bawaslu Papua di Jalan Berdikari No 2 Gedung Sarina, Kota Jayapura, Papua, Selasa (11/12/2017).

JAYAPURA, KOMPAS.com â€" Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai, Provinsi Papua menduduki peringkat pertama daerah terawan se-Indonesia pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Komisioner Bawaslu RI Frits Edward Sire gar mengatakan, hasil penilaian Indeks Kerawanan Pilkada (IKP), ada tiga indikator yang menyebabkan potensi kerawanan di Papua tinggi pada Pilkada serentak jilid tiga mendatang.

Ketiga indikator itu meliputi, kontestasi, penyelenggara, dan partisipasi masyarakat.

“Sebenarnya ada 28 indikator besar yang kita kelompokan lagi menjadi tiga indikator kerawanan suatu wilayah dalam Pilkada. Hasilnya, Papua memiliki potensi kerawanan tertinggi saat Pilkada berlangsung,” tuturnya.

(Baca juga : Pilkada Serentak 2018, Lima Daerah di Magelang Rawan Konflik )

Frits juga ingin semua pihak berkaca pada pengalaman Pilkada sebelumnya di Papua. Kontestasi pasangan calon dan partai politik dinilai berpotensi menimbulkan konflik.

Misalnya, pasangan calon lebih mengedepakan kesukuan ketimbang program untuk menarik suara pemilih.

Frits menyebutkan, hasil penilaian IKP ini dimaksudkan untuk memudahkan Bawaslu menyusun strategi pengawasan. Ia pu n mengharapkan IKP dapat memberikan kontribusi mewujudkan pilkada yang makin baik.

“Jadi dengan IKP ini, kita jadi tahu masalah apa yang harus kita upayakan pecegahannya atau penanganannya saat Pilkada, tentunya dengan cara yang sesuai dengan karakteristik Papua. IKP Bawaslu juga menjadi bahan koordinasi dengan pihak Kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, seluruh daerah atau 29 kabupaten/kota yang ada di Papua dinilai rawan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubenur Papua.

“Kami sudah mengkaji, semua wilayah dianggap rawan untuk Pilgub. Tak jauh berbeda dengan Pilkada Bupati 2018, terdapat 7 daerah yakni Puncak, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Mimika, Mamberamo Tengah, dan Biak Numfor. Daerah-daerah ini juga dinilai rawan,” tegasnya.

(Baca juga : Jelang Pilkada Serentak 2018, Wakapolda Jateng Sebut Semua Daerah Rawan Keamanan )

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan strategi dalam mengantisipasi wilayah rawan mulai dari preemtif, preventif, dan represif. Untuk represif, Polda Papua membentuk Satgas Merah Putih. Tugasnya, mengantisipasi ganguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Pelatihan terhadap penyidik Gakkumdu dan pelatihan PHH dan tim penindak juga kami lakukan. Kepolisian tentu sudah siap untuk mengamankan jalannya pemilu, dimulai dari giat cipta kondisi pra Pilkada,” tutupnya.

Kompas TV Selain membahas anggaran dan kesiapan pelaksanaan pilkada serentak, dalam rapat, bawaslu memaparkan daerah rawan pelangaran pemilu. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Pilkada Serentak 2018

Berita Terkait

Soekarwo: Pilkada Serentak di Jatim Digelar Ala Jawa Timuran

Pilkada Serentak 2018, Jenis Konflik Terbanyak Ada di Jawa Timur dan Papua

Tiga Alasan Mengapa Potensi Konflik Pilkada Serentak 2018 Sangat Tinggi

Kemendagri Targetkan Revisi UU Ormas Selesai Sebelum Pilkada Serentak

Jalan Santai "Pilkada Serentak" Berhadiah Kambing dan Ayam Jantan

Terkini Lainnya

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Lhokseumawe Melambung

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Lhokseumawe Melambung

Regional 12/12/2017, 20:29 WIB Kata Menpan RB Soal Staf Ahlinya yang Pernah Berurusan dengan KPK

Kata Menpan RB Soal Staf Ahlinya yang Pernah Berurusan dengan KPK

Nasional 12/12/2017, 20:27 WIB Petugas Kelupaan, Seorang Saksi Wanita Terkunci di Kantor Polisi

Petugas Kelupaan, Seorang Saksi Wanita Terkunci di Kantor Polisi

Internasional 12/12/2017, 20:26 WIB Pemulangan Jenazah Nafa   l ke Indonesia Tertahan di Bangkok

Pemulangan Jenazah Nafal ke Indonesia Tertahan di Bangkok

Regional 12/12/2017, 20:21 WIB Bikin 30 Anjing Mati di Dalam Mobil, Pria Ini Bisa Dipenjara 90 Tahun

Bikin 30 Anjing Mati di Dalam Mobil, Pria Ini Bisa Dipenjara 90 Tahun

Internasional 12/12/2017, 20:14 WIB KPK Siap Hadapi Sidang Perdana Setya Novanto di Pengadilan Tipikor

KPK Siap Hadapi Sidang Perdana Setya Novanto di Pengadilan Tipikor

Nasional 12/12/2017, 20:12 WIB Agung Laksono Usul KPK Diundang ke Munaslub Golkar

Agung Laksono Usul KPK Diundang ke Munaslub Golkar

Nasional 12/12/2017, 20:03 WIB MK: Ketentuan Investasi Dana Haji Jamin Kepastian Hukum bagi Calon Jemaah

MK: Ketentuan Investasi Dana Haji Jamin Kepastian Hukum bagi Calon Jemaah

Nasional 12/12/2017, 20:02 WIB Seekor Monyet Masuk Rumah Warga di Petojo

Seekor Monyet Masuk Rumah Warga di Petojo

Megapolitan 12/12/2017, 20:01 WIB Sandi Sempat Khawatir Anaknya Datang ke Acara DWP

Sandi Sempat Khawatir Anaknya Datang ke Acara DWP

Megapolitan 12 /12/2017, 19:58 WIB Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang Ditinggal Warganya Mengungsi

Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang Ditinggal Warganya Mengungsi

Nasional 12/12/2017, 19:53 WIB Kata Wali Kota Jakpus soal Rencana Penutupan Jalan untuk PKL Tanah Abang

Kata Wali Kota Jakpus soal Rencana Penutupan Jalan untuk PKL Tanah Abang

Megapolitan 12/12/2017, 19:53 WIB Dafa Hanyut Saat Mengambil Bola di Saluran Air Bukit Duri

Dafa Hanyut Saat Mengambil Bola di Saluran Air Bukit Duri

Megapolitan 12/12/2017, 19:50 WIB Juru Parkir Sabang: Kalau Lebih dari 1 Jam, Tarifnya Diatur Saja

Juru Parkir Sabang: Kalau Lebih dari 1 Jam, Tarifnya Diatur Saja

Megapolitan 12/12/2017, 19:46 WIB Kamis, Polisi Periksa 3 Saksi Ahli yang Diajukan Ahmad Dhani

Kamis, Polisi Periksa 3 Saksi Ahli yang Diajukan Ahmad Dhani

Megapolitan 12/12/2017, 19:44 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Mamberamo Teng ah

Tidak ada komentar