Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan ... - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan ...

Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan ...

Login/Daftar�������������������������������…

Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan ...

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayap ura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan kepercayaan OAP
  • Sabtu, 30 Desember 2017 â€" 12:57
  • 135x views
Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan kepercayaan OAP "Sama saja, rakyat tidak akan percaya. Meski Jokowi hanya berkunjung satu kali saja ke Papua, tapi kalau membawa Keppres penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, barulah rakyat akan ke mbali percaya negara. Itu lebih baik daripada setiap tahun ke Papua hanya bicara akan bangun ini dan itu," kata Kadepa kepada Jubi, Sabtu (30/12/2017). Presiden Jokowi ketika berkunjung ke Papua, belum lama ini - Dian Mustikawati Arjuna Pademme harjuna@tabloidjubi.com Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, Presiden Jokowi butuh "surat sakti" bernama Keputusan Presiden (Keppres) penuntasan dugaan pelanggaran HAM di Papua, untuk mengembalikan kepercayaan orang asli Papua (OAP) kepada negara.

Kata anggota Ko misi I DPR Papua bidang politik, hukum dan HAM itu, meski Jokowi berkunjung ke Papua setiap tahun dengan berbagai program pembangunan, dinilai tak ada gunanya, karena itu bukan hal utama yang diinginkan masyarakat asli Papua.

"Sama saja, rakyat tidak akan percaya. Meski Jokowi hanya berkunjung satu kali saja ke Papua, tapi kalau membawa Keppres penyelesaian pelanggaran HAM di Papua, barulah rakyat akan kembali percaya negara. Itu lebih baik daripada setiap tahun ke Papua hanya bicara akan bangun ini dan itu," kata Kadepa kepada Jubi, Sabtu (30/12/2017).

Menurut politikus Partai NasDem itu, salah jika menggunakan strategi pembangunan mengembalikan kepercayaan orang asli Papua kepada negara.

"Belajarlah pada mantan presiden Indonesia, Gus Dur. Beliau satu kali datang ke Papua, tapi tahu apa yang orang asli Papua Papua mau. Salah jika dugaan pelanggaran HAM digantikan konsep pembangunan," ujarnya.

Katanya, perhatian Jokowi unt uk Papua memang luar biasa. Namun yang diharapkan, Jokowi mampu mengurai benang kusut berbagai kasus pelanggaran HAM Papua, yang selama ini tak terselesaikan.

"Kalau tidak, berapa kali pun Jokowi ke Papua, rakyat Papua tidak akan percaya," katanya.

Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai mengatakan, seribu kali pun Jokowi ke Papua, tak akan menyelesaikan masalah Papua, karena tujuannya bukan untuk itu.

"Tidak akan ada penyelesaian masalah Papua. Kasus Paniai, hingga kini tidak ada kejelasan penyelesaian, padahal beberapa pekan setelah kejadian, 8 Desember 2014, Jokowi ke Papua untuk Natal bersama," kata Ruben kepada Jubi belum lama ini.

Menurutnya, kasus Paniai hanyalah satu dari sekian kasus di Papua yang belum terungkap. Dalam beberapa kasus, aktor di balik dugaan pelanggaran HAM itu justru mendapat kenaikan pangkat dan jabatan.

"Misalnya kasus Abepura berdarah, 7 Desember 2000, Daud Sihombing yang ketika itu menjabat Kapolres Jayapura yang ketika itu melaksanakan operasi kini menjadi jenderal bintang dua," ujarnya.

Dalam kasus pembunuhan tokoh Papua, Theys Eluay, 10 November 2001, Mayjen Hartomo yang ketika itu menjabat Komandan Satuan Tugas (Satgas) Tribuana 10 di Papua yang disebut orang paling bertanggungjawab dalam kejadian itu, kini menjabat Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS).

"Saya selalu katakan, ada separatis berdasi di dalam sistem. Mereka imenganggap diri mereka kebal hukum, tidak perlu dihukum. Jadi tidak ada harapan," ucapnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Pilgub Papua 2018, sejumlah lembaga ini diharapkan netral

Selanjutnya

Kinerja lembaga DPR Papua dirasa belum maksimal

Baca Juga
  • Spanduk ucapan Natal dan tahun baru jadi perbincangan di Merauke

    Anim Ha â€" Jumat, 22 Desember 2017
  • Pesan Natal ULMWP : 2018 akan menjadi tahun yang sangat penting bagi sejarah West Papua

    Nasional & Internasional â€" Rabu, 27 Desember 2017
  • Jelang Natal penjual kembang Tanah Hitam meraup untung

    Mamta â€" Minggu, 24 Desember 2017
  • Lanny Jaya bagikan uang Rp 1 juta satu keluarga per bulan

    Lapago â€" Rabu, 20 Desember 2017
  • Ini sejumlah indikator yang menimbulkan rawan konflik Pilkada Papua

    Polhukam â€" Kamis, 28 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:17
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Fadal Al Hamid tentang kapitalisme dan ideologi
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:24
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Jalan sehat bertema kerukunan antarumat beragama digelar di Sentani

    Mamta â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 13:23 WP
  • Kinerja lembaga DPR Papua dirasa belum maksimal

    Polhukam â€" Sabtu, 30 Desember 201 7 | 13:05 WP
  • Legislator Papua nilai, Jokowi butuh "surat sakti" untuk kembalikan kepercayaan OAP

    Polhukam â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 12:57 WP
  • Vokal Grup Pace Nogei bagikan bingkisan Natal ke Yalaskris Sentani

    Mamta â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 10:04 WP
  • Pilgub Papua 2018, sejumlah lembaga ini diharapkan netral

    Polhukam â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 00:59 WP
  • Momentum Pilkada jangan dijadikan pelacuran politik

    Polhukam â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 00:53 WP
  • Publik diingatkan tak berlebihan merayakan pergantian tahun

    Lapago â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 00:39 WP
  • Kapolda resmikan dua sarana di Polres Jayawijaya

    Lapago â€" Sabtu, 30 Desember 2017 | 00:31 WP
  • Selama 2017, Polres Merauke tangani 427 kasus kriminal

    Anim Ha â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 23:54 WP
  • Kasus pencemaran nama baik Bupati Merauke ditangani Polda Papua< /h4> Anim Ha â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 23:43 WP

  • Polres Merauke masih gantung penanganan satu kasus korupsi

    Anim Ha â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 23:33 WP
  • Keuskupan Agung Merauke: Pelaku penembakan remaja di Mappi harus diperiksan kejiwaannya

    Anim Ha â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 23:23 WP
  • Alih fungsi lahan dan hutan untuk kelapa sawit di Provinsi Papua mencapai 958 ribu hektar

    Lingkungan â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 17:28 WP
  • Transfer Pulsa Simpati, Penolong Kala Keadaan Darurat Pulsa

    Pernik Papua â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 17:11 WP
  • Sepuluh Parpol deklarasikan dukung Enembe-Tinal Pilgub 2018

    Advertorial â€" Jumat, 29 Desember 2017 | 14:55 WP
Stop Press
  • Apakah ra kyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Jayapura

Tidak ada komentar