Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Bentang Panjang Jembatan - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Bentang Panjang Jembatan

Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Bentang Panjang Jembatan

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Bentang utama Jembatan Holtekamp saat diangkut dengan menggunakan kapal khusus, Minggu (3/12/2017).�����������������������������������…

Indonesia Tak Perlu Lagi Impor Bentang Panjang Jembatan

Bentang utama Jembatan Holtekamp saat diangkut dengan menggunakan kapal khusus, Minggu (3/12/2017).Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Bentang utama Jembatan Holtekamp saat diangkut dengan menggunakan kapal khusus, Minggu (3/12/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai, Indonesia telah memiliki kemampuan dalam membangun bentang jembatan panjang berkualitas.

Setidaknya, hal itu telah dibuktikan dalam pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura. Bentang utama pada jembatan tersebut digarap PT PAL Indonesia.

"Saya minta kepada Dirjen Bina Marga dan Kepala Balitbang agar ke depan pembangunan jembatan panjang bisa didesain untuk bisa dilaksanakan dengan sumber daya kita sendiri jadi tidak perlu impor. Dengan kebijakan ini akan mendorong inovasi sehingga kita bisa bersaing," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (3/12/2017).

Ada dua bentang utama yang digarap perusahaan pelat merah yang berbasis di Surabaya tersebut.

Satu di antaranya telah dikirim ke Jayapura, kemarin, setelah produksinya dinyatakan rampung pada 17 Oktober lalu.

Untuk bentang utama kedua, saat ini konstruksinya juga telah rampung. Namun rencananya akan dikirim dua pekan kemudian.

Basuki menambahkan, pembangunan jembatan dapat menggerakan industri baja nasional dan memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia.

Untuk sementara ini, menurut dia, baru PT PAL Indonesia yang bisa menggarap bentang utama, lantaran fasilitasnya yang lengkap serta banyak tenaga ahli di dalamnya.

Sela in itu, kawasan Jayapura juga dikenal rawan gempa. Hal itulah yang membuat pekerjaan konstruksi bentang utama digarap di PT PAL Indonesia, untuk menghindari kegagalan konstruksi.

"Pengelasannya tidak main-main karena berpengaruh terhadap kekuatan. Tidak semua memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini belum bisa dilakukan di Papua karena fasilitasnya belum tersedia," kata Basuki.

Untuk diketahui, keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura.

Jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut.

Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.

Jembatan yang investasi keseluruhannya menelan anggaran Rp 1,7 triliun itu, nantinya akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura. Saat ini konstruksi fisik keseluruhan sudah mencapai 91,80 persen.

Terkini Lainnya

MBR Sektor Informal Dapat Fasilitas Bangun Rumah

MBR Sektor Informal Dapat Fasilitas Bangun Rumah

Perumahan 06/12/2017, 13:34 WIB Jasa Marga: Kenaikan Tarif Tol Disesuaikan Tingkat Inflasi

Jasa Marga: Kenaikan Tarif Tol Disesuaikan Tingkat Inflasi

Berita 06/12/2017, 13:25 WIB Kado Akhir Tahun Jasa Marga, Tarif Lima Ruas Tol Naik!

Kado Akhir Tahun Jasa Marga, Tarif Lima Ruas Tol Naik!

Berita 06/12/2017, 12:00 WIB Selain Tol Dalam Kota Jakarta, 4 Rua   s Tol Lain Juga Naik Tarif

Selain Tol Dalam Kota Jakarta, 4 Ruas Tol Lain Juga Naik Tarif

Berita 06/12/2017, 11:24 WIB Mengevaluasi Enam Tahun Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030

Mengevaluasi Enam Tahun Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030

Berita 06/12/2017, 11:17 WIB Kelamnya Natal Terakhir 'Toys R Us'…

Kelamnya Natal Terakhir "Toys R Us"…

Ritel 06/12/2017, 10:00 WIB Macet Tiap Hari, Tol Dalam Kota Belum Layak Naik Tarif

Macet Tiap Hari, Tol Dalam Kota Belum Layak Naik Tarif

Berita 06/12/2017, 09:00 WIB Bangun Rumah Swadaya, Pemerintah Utang ke Bank Dunia

Bangun Rumah Swadaya, Pemerintah Utang ke Bank Dunia

Hunian 06/12/2017, 08:52 WIB Ekonomi Lesu, AkzoNobel Pasang Target Pertumbuhan Hanya 5 Persen

Ekonomi Lesu, AkzoNobel Pasang Target Pertumbuhan Hanya 5 Persen

Berita 05/12/2017, 23:11 WIB Terpengaruh Kondisi Ekonomi Terkini, Dulux Lansir 'Heart Wood'

Terpengaruh Kondisi Ekonomi Terkini, Dulux Lansir "Heart Wood"

Berita 05/12/2017, 22:39 WIB Mengintip Lokasi Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Mengintip Lokasi Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Beranda 05/12/2017, 22:00 WIB Perbaiki Jalan Rusak, Kapolres Kupang Dapat Penghargaan

Perbaiki Jalan Rusak, Kapolres Kupang Dapat Penghargaan

Figur 05/12/2017, 21:30 WIB Kampung Kumuh di Kramat Jati Itu, Kini Lebih Berwarna...

Kampung Kumuh di Kramat Jati Itu, Kini Lebih Berwarna...

Berita 05/12/2017, 21:01 WIB Generasi Milenial Lebih Cocok Tinggal di Rusunawa

Generasi Milenial Lebih Cocok Tinggal di Rusunawa

Apartemen 05/12/2017, 19:00 WIB Pastikan Rumah Murah Layak Huni, Pemerintah Terapkan SLF

Pastikan Rumah Murah Layak Huni, Pemerintah Terapkan SLF

Perumahan 05/12/2017, 18:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Jayapura

Tidak ada komentar