Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I

Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I

Senin 11 Desember 2017, 17:17 WIB Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I Mochamad Zhacky - detikNews Wakil Gub…

Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I

Senin 11 Desember 2017, 17:17 WIB Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga I Mochamad Zhacky - detikNews Hujan Ekstrem di Jakarta, Sandi: Pintu Air Jembatan Merah Siaga IWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Fida/detikcom) FOKUS BERITA: Hujan Ekstrem Guyur Jakarta Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah mengantongi status pintu air yang ada di Ibu Kota. Dari data yang diperoleh, pintu air Jembatan Merah, Mangga Dua, Jakarta Pusat, berstatus Siaga I.
"Ini aplikasinya Jakarta Smart City b isa dipakai dan di sini saya bisa lihat pintu air. Di sini ada yang kuning, Marina (Ancol, Jakarta Utara), Istiqlal aman, hijau. Status merah, Jembatan Merah sesuai dengan nama jembatannya, aliran tengah Siaga 1," papar Sandiaga, di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).
Selain itu, Sandiaga memaparkan sekilas status ketinggian genangan air di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Di kawasan Setiabudi, Kuningan, ketinggian air mencapai 15 cm.
"Ini ada jadi laporan di Guntur 15 cm RW 2, Setia Budi RW 05 15 cm, Setia Budi, Kuningan RW 07 10 cm, untuk umum Kebayoran Lama Selatan RW 05 15 cm, Malaka Jaya 15 cm, Sunter Agung 5 cm," terang Sandiaga.
Sandi, sapaan akrab Sandiaga, juga memiliki data terkait kondisi pompa penyedot air. Ada dua laporan yang ia kantongi. Yakni dari Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan dari Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
"Pompa, hidup 9, mati 3. Berarti yang di Melati hidup 9, tidak ker ja 1. Di Pinang 2 yang mati," jelas dia.
Sandi mengatakan, jajaran Dinas Sumber Daya Air, termasuk suku dinasnya, tidak perlu repot memberikan laporan. Kata dia, yang lebih penting adalah pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi ini yang bisa saya pantau. Tidak usah khawatir teman-teman SKPD. Karena di sini sekarang saat-saat yang ini saya tidak ingin repotkan mereka untuk berikan laporan ke saya. Yang penting pelayanan ke publiknya all out," tutupnya.
(zak/ams)Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Puncak Jaya

Tidak ada komentar