Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2) - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS Pengunjung menikmati hidangan di Restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, sembari menatap panorama alam menakjubkan. Suasana dan makanan yang khas…

Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Pengunjung menikmati hidangan di Restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, sembari menatap panorama alam menakjubkan. Suasana dan makanan yang khas membuat restoran ini selalu dirindukan pengunjungnya. KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS Pengunjung menikmati hidangan di Restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, sembari menatap panorama alam menakjubkan. Suasana dan makanan yang khas membuat restoran ini selalu dirindukan pengunjungnya.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor berencana menertibkan bangunan rumah makan Rindu Alam setelah keluarnya keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghentikan perpanjangan sewa pakai sampai tahun ini.

Rindu Alam berdiri di atas lahan milik Pemprov Jawa Barat. Berdasarkan informasi, sesuai kesepakatan, sewa pakai lahan itu sampai tahun 2020.

Namun, dengan alasan tertentu, Pemprov Jawa Barat kemudian memutuskan perpanjangan sewa hanya sampai tahun 2017.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, rumah makan Rindu Alam harus sudah kosong sejak tanggal 30 November 2017 lantaran masa perizinannya sudah habis.

(Baca selengkapnya: Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1))

Namun, kondisi itu nampaknya tak mempengaruhi para manajemen dan karyawan rumah makan Rindu Alam. Mereka tetap beroperasi melayani pengunjung, meski tak seramai dulu.

"Selama ini tamu yang datang adalah pelanggan lama. Kebanyakan datang di jam-jam makan siang," ungkap Ajat.

Di balik rencana penertiban bangunan rumah makan te rsebut, lanjut Ajat, pajak pertambahan nilai (PPN) yang disetorkan ke Pemda Kabupaten Bogor setiap bulan minimal sebesar Rp 45 juta, bahkan bisa sampai Rp 80 juta.

Beberapa pengunjung pun tidak rela jika Rindu Alam sampai ditertibkan. Karyawan pun tak ingin jika tempat kerja mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun itu sampai ditutup.

"Banyak yang menyayangkan, katanya mau dibongkar. Jangan lah, salahnya apa, macet juga nggak di sini. Mudah-mudahan pemerintah ingat sejarah, ini kan sudah jadi ikon Jawa Barat. Sudah banyak kenangan orang tentang Rindu Alam. Orang tahunya Puncak ya Rindu Alam," harapnya.

Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang membawa hidangan untuk para pelanggan yang datang, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Seorang karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, sedang membawa hidangan untuk para pelanggan yang datang, Kamis (30/11/2017).

Segera dibongkar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor berencana membongkar rumah makan Rindu Alam sebelum akhir tahun 2017 atau sebelum malam pergantian tahun baru.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, sejauh ini, surat teguran yang dilayangkan oleh Dinas Tata Bangunan sudah memasuki tahap dua.

Menurut Agus, eksekusi bangunan akan dilakukan setelah surat teguran tahap ketiga keluar.

"Kami tunggu pelimpahan dari Dinas Tata Bangunan. Setelah itu baru eksekusi," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/12/2017).

Namun dirinya tidak tahu persis soal proses gugatan yang dilakukan pihak Rindu Alam kepada Pemprov Jawa Barat selaku pemilik lahan.

Yang jelas, lanjut Agus, penataan Rindu Alam merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rencananya, lahan yang ditempati Rindu Alam akan dilebarkan dan dijadikan ruang terbuka hijau.

"Diupayakan sebelum tahun baru sudah dibongkar, karena pada prinsipnya, Pemprov Jabar juga meminta ke Pemda Bogor supaya lahan tersebut harus sudah dikosongkan," ungkapnya.

Dua orang koki karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor , Jawa Barat, sedang memasak hidangan untuk disajikan kepada pelanggan, Kamis (30/11/2017)KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Dua orang koki karyawan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor , Jawa Barat, sedang memasak hidangan untuk disajikan kepada pelanggan, Kamis (30/11/2017) Bangunan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat difoto malam hari, Kamis (30/11/2017).KOMPAS.com / Ramd han Triyadi Bempah Bangunan rumah makan Rindu Alam, Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat difoto malam hari, Kamis (30/11/2017).

Berita Terkait

Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

Terkini Lainnya

Putri PB Djarum Sapu Bersih Lima Partai

Putri PB Djarum Sapu Bersih Lima Partai

Olahraga 06/12/2017, 12:41 WIB Uji Kelayakan Calon Panglima TNI, Hadi Paparkan Terorisme hingga Perang Siber

Uji Kelayakan Calon Panglima TNI, Hadi Paparkan Terorisme hingga Perang Siber

Nasional 06/12/2017, 12:39 WIB Truk Pengangkut Beton yang Mogok Tersangkut di Pelintasan KRL

Truk Pengangkut Beton yang Mogok Tersangkut di Pelintasan KRL

Megapolitan 06/12/2017, 12:35 WIB Mendagri: Kepala Daerah Harus Tegas terhadap Ormas Anti-Pancasila

Mendagri: Kepala Daerah Harus Tegas terhadap Ormas Anti-Pancasila

Nasional 06/12/2017, 12:30 WIB Pertamina Imbau Warga Mampu Tidak Beli Gas 3 Kg

Pertamina Imbau Warga Mampu Tidak Beli Gas 3 Kg

Megapolitan 06/12/2017, 12:25 WIB Jadi Miliarder, Ternyata Trump Tetap Menikmati Makan di McDonald's

Jadi Miliarder, Ternyata Trump Tetap Menikmati Makan di McDonald's

Internasional 06/12/2017, 12:15 WIB Anies Instruksikan SKPD Rekrut Penyandang Difabel Jadi Pegawai DKI

Anies Instruksikan SKPD Rekrut Penyandang Difabel Jadi Pegawai DKI

Megapolitan 06/12/2017, 12:14 WIB Jika Tagihan Lahan Cengkareng Dibayar, Sandiaga Akan Lakukan Ini...

Jika Tagihan Lahan Cengkareng Dibayar, Sandiaga Akan Lakukan Ini...

Megapolitan 06/12/2017, 12:10 WIB Gas 3 Kg Langka, Pertamina Tambah Pasokan dan Gelar Operasi Pasar

Gas 3 Kg Langka, Pertamina Tambah Pasokan dan Gelar Operasi Pasar

Megapolitan 06/12/2017, 12:07 WIB

Malta Tetapkan 3 Orang sebagai Pelaku Pembunuhan Jurnalis Pengkritik Pemerintah

Internasional 06/12/2017, 12:05 WIB Gubernur Anies Kurang Sreg Dengar Sebutan 'Penyandang Disabilitas'

Gubernur Anies Kurang Sreg Dengar Sebutan 'Penyandang Disabilitas'

Megapolitan 06/12/2017, 12:03 WIB Ada Penolakan dari Gerindra, Uji Kelayakan Hakim MK Sempat Diskors

Ada Penolakan dari Gerindra, Uji Kelayakan Hakim MK Sempat Diskors

Nasional 06/12/2017, 11:59 WIB Sumarsono soal LPJ Dana RT/RW: Setiap Rupiah APBD Wajib Dipertanggungjawabkan!

Sumarsono soal LPJ Dana RT/RW: Setiap Rupiah APBD Wajib Dipertanggungjawabkan!

Megapolitan 06/12/2017, 11:56 WIB Dua Hari Lagi Tarif Tol Pondok Aren-Serpong Naik

Dua Hari Lagi Tarif Tol Pondok Aren-Serpong Naik

Megapolitan 06/12/2017, 11:54 WIB LPJ Dana Operasional RT/RW Dihapus, Sandi Ingin Tetap Ada Transparansi

LPJ Dana Operasional RT/RW Dihapus, Sandi Ingin Tetap Ada Transparansi

Megapolitan 06/12/2017, 11:48 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Puncak

Tidak ada komentar