Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak

Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak

Login/Daftar Ho…

Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen! !!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak
  • Selasa, 12 Desember 2017 â€" 14:38
  • 201x views
Datang ke Jayapura untuk jualan kerajinan tangan Biak Abigael Wandosa, perempuan 37 tahun, pekerja kerajinan tangan dari kerang-kerang laut yang ia buat di Biak dan dipasarkan di Kota Jayapura dan Sentani Kabupaten Jayapura. Abigael Wandosa dan Laurina Wandosa saat berjualan di pasar Pharaa Sentani - Jubi/Yance Wenda Yance Wenda yan_yance@ymail.com Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi â€" Abigael Wandosa, perempuan 37 tahun, pekerja kerajinan tangan dari kerang-kerang laut yang ia buat di Biak dan dipasarkan di Kota Jayapura dan Sentani Kabupaten Jayapura.

“Saya buat pernak-pernik ini sudah dari tahun 1986. Saya bikin dan bahannya dari kerang dan tali-tali terbaik dari hutan. Ada juga yang kami beli, tapi lebih banyak yang kami cari di hutan,” kata Abigael, saat ditemui di pasar Pharaa, Sentani, kabupaten Jayapura, Selasa (12/12/2017).

Perempuan asal Biak ini mengataka n dari bahan yang sederhana ini ia membuat hiasan yang begitu indah dan bermacam kerajinan tangan yang ia buat dan pasarkan.

“Saya buat ini ada hiasan dinding, tempat tisue, anting-anting, kalung, jepit rambut, dan kotak persembahan,” kata Wandosa.

Ia juga menjelaskan dalam mengerjakan pernak-pernik ini dalam satu hari itu bisa mendapatkan 10 buah kerajinan tangan yang berbeda. Untuk mengerjakannya dibutuhkan ekstra hati-hati saat membelah kerang sesuai ukuran anting yang akan dibuat.

“Harga yang saya tawarkan ini tidak terlalu mahal. Hiasan dinding Rp 50 ribu, anting-anting Rp 20 ribu , kotak persembahan Rp 300 ribu, kalung Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu,” jelas perempuan dengan dua anak ini.

Wandosa menjelaskan hasil karya tangannya itu dijual di kisaran harga Rp 20 ribu yakni kalung dan yang paling mahal kotak persembahan yang dia jual Rp 300 ribu.

“Untuk bikin ini saya dengan bapa sendiri. Barang-barang ini saya bawa dari Bi ak. Saya datang dari Biak untuk jualan di sini. Saya sudah dua hari saya di Jayapura. Hasil dari jualan ini saya gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan biaya anak sekolah,” tutur Wandosa.

Penjual lainnya, Laurina Wandosa, 38 tahun, yang juga membawa hasil kerajinan tangannya dari Biak untuk di jual di Jayapura. Ia juga membawa kerajinan tangan hasil karyannya sendiri seperti anting, jepit rambut, kalung, gelang besi putih, dan pernak-pernik lainnya.

“Untuk mengerjakan itu bisa dalam sehari dapatkan 20 buah. Namun itu tergantung bahannya kalau semua ada itu dapat banyak tapi kalau tidak ada itu yang kami harus cari lagi,” kata Luarina.

Ia mengatakan kerang yang dicarinya tidak bisa langsung digunakan namun harus ditunggu hingga isi kerang dikeluarkan dulu agar kerang yang digunakan itu bagus dan tidak mengeluarkan bau tidak sedap.

“Kita cari kerang ini di dalam itu ada isi jadi nanti ditingalkan selama dua minggu baru kita pake kita cuci kasih kering dulu baru siap untuk dihias di kerang ini,” kata Laurina. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Siaga Natal dan Tahun Baru, PLN siapkan tim

Selanjutnya

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

    Dunia â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

    Polhukam â€" Minggu, 03 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-2017
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Pusat pengawasan partisipatif B awaslu Papua diluncurkan

    Polhukam â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 18:12 WP
  • Wabah Difteri dan klaim vaksin itu haram

    Sumatera â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:52 WP
  • DPRD Merauke godok peraturan kelembagaan adat

    Anim Ha â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:50 WP
  • Awas! Diabetes mengintai anak-anak kita

    Jawa â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:49 WP
  • Ketika paman Kim membela Palestina

    Dunia â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:48 WP
  • AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan

    Anim Ha â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:33 WP
  • Bupati diminta mulau bepikir mendatangan pemasukan daerah

    Otonomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:20 WP
  • Gubernur minta anggaran daerah segera disahkan

    Otonomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:15 WP
  • Diserahkan, ini rincian DIPA Papua 2018

    Oto nomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 16:50 WP
  • Gubernur Papua puji Bupati Jayapura soal minol

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 16:24 WP
  • Kota Jayapura menuju kota modern

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:57 WP
  • Tunjangan dan fasilitas berlimpah, banyak guru tidak laksanakan tugas

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:36 WP
  • Penghuni Panti Bina Lansia Pos VII mulai tempati gedung baru

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:32 WP
  • Wali Kota Jayapura minta sekolah menjaga kualitas

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:28 WP
  • PLTU terangi Nusantara, gelapkan nasib petani nelayan

    Jawa â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:13 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Van uatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Jayapura

Tidak ada komentar