AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan

AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan

Login/Daftar …

AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Kome n!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan
  • Selasa, 12 Desember 2017 â€" 17:33
  • 224x views
AMPS beberkan sejumlah pelanggaran HAM di Papua Selatan Koordinator aksi, Fransiskus Wanima, mengatakan penyelesaian sekaligus pengungkapan sejumlah kasus tersebut hingga kini belum jelas dan menjadi pertanyaan berbagai kalangan. Aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa yang t ergabung dalam AMPS di DPRD Merauke â€" Jubi/Frans L Kobun Ans K frans@tabloidjubi.com Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi â€" Aliansi Mahasiswa Papua Selatan membeberkan sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kasus pelanggaran HAM yang dibeberakan diantaranya penganiayaan yang dialami Blasius Simagay di Bade kabupaten Mappi 2014 silam, penembakan kaki Yeremias Kaipman di Merauke 2015.

Selain itu, pengaaniayaan Xaverius Tambaip serta Ronald Ambungun 2016. Juga penganiayaan Oktovianus Batepo serta pembunuhan Izak Dermuyen Kua maupun pele cehan seksual saudara perempuan Isak Kua pada pertengahan 2017 lalu.

Demikian rilis dari AMPS, yang diterima Jubi, Selasa (12/12/2017), yang ditandatangani Fransiskus Wanima sebagai koordinator.

Dikatakan, penyelesaian sekaligus pengungkapan sejumlah kasus tersebut hingga kini belum jelas dan menjadi pertanyaan berbagai kalangan.

Permasalahan lain yang dibeberkan yakni hadirnya MIFEE di Merauke. Dimana, dengan program ini, pemerintah telah mengambil 1,2 lahan masyarakat untuk kegiatan investasi.

Bahkan, lanjut AMPS, Presiden RI, Joko Widodo, akan menambah lagi 4,26 juta hektar. Kebijakan tersebut telah melupakan kearifan lokal masyarakat Marind.

Dikatakan, mayoritas masyarakat yang masih hidup dan tergantung dengan alam serta budayanya, dipaksa meninggalkan segalanya untuk beralih kepada puluhan perusahan dengan klasifikasi berbeda.

Misalnya, tulis AMPS, kelapa sawit 316.347 hektar, perkebunan tebu 156.812 hektar, perkebun an jagung 97.000 hektar, hutan tanaman industri 973.057,56 hektar, tanaman pangan 69.000 hektar, pengolahan kayu serpih 2.818 hektar, serta pembangunan dermaga 1.200 hektar.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam AMPS akan diteruskan kepada pimpinan dewan.

“Nanti saya laporkan hasilnya kepada Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, sekaligus diatur waktu untuk dilakukan audiensi bersama,” ungkapnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the commen ts powered by Disqus.

Sebelumnya

Program MIFEE di Merauke, John Wob: Saya pernah bersurat ke Sekjen PBB

Selanjutnya

DPRD Merauke godok peraturan kelembagaan adat

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

    Dunia â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Legislator Papua ingin pangdam bersikap seperti kapolda

    Polhukam â€" Minggu, 03 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Suara Papua Dibungkam
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:27
Diproduksi : wpu Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu A Story of the Morning Star Bracelet, Cerita Gelang Bintang Fajar
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:48
Diproduksi : wpu 50 Years of Freeport in Papua, 1967-2017
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:22
Diproduksi : wpu Depapre Port, the beginning of
Selasa, 30 Mei 2017 | 10:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Gubernur Papua lantik Bupati Jayapura dan Intan Jaya

    Advertorial â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 19:17 WP
  • Pusat pengawasan partisipatif Bawaslu Papua diluncurkan

    Polhukam â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 18:12 WP
  • Wabah Difteri dan klaim vaksin itu haram

    Sumatera â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:52 WP
  • DPRD Merauke godok peraturan kelembagaan adat

    Anim Ha â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:50 WP
  • Awas! Diabetes mengintai anak-anak kita

    Jawa â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:49 WP
  • Ketika paman Kim membela Palestina

    Dunia â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:48 WP
  • AMPS beberkan sejumlah pelangg aran HAM di Papua Selatan

    Anim Ha â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:33 WP
  • Bupati diminta mulau bepikir mendatangan pemasukan daerah

    Otonomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:20 WP
  • Gubernur minta anggaran daerah segera disahkan

    Otonomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 17:15 WP
  • Diserahkan, ini rincian DIPA Papua 2018

    Otonomi â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 16:50 WP
  • Gubernur Papua puji Bupati Jayapura s oal minol

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 16:24 WP
  • Kota Jayapura menuju kota modern

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:57 WP
  • Tunjangan dan fasilitas berlimpah, banyak guru tidak laksanakan tugas

    Jayapura Membangun â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:36 WP
  • Penghuni Panti Bina Lansia Pos VII mulai tempati gedung baru

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:32 WP
  • Wali Kota Jayapura m inta sekolah menjaga kualitas

    Mamta â€" Selasa, 12 Desember 2017 | 15:28 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lin gkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Mappi

Tidak ada komentar