4 Pesawat Militer Rusia Mendarat di Biak Numfor, Ada Apa? - Warta 24 Papua
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

4 Pesawat Militer Rusia Mendarat di Biak Numfor, Ada Apa?

4 Pesawat Militer Rusia Mendarat di Biak Numfor, Ada Apa?

Barrieaircraft.com Salah satu jenis pesawat Ilyushin-18 (Foto: Ilustrasi)���������������������������������������������������������������������������������������������������…

4 Pesawat Militer Rusia Mendarat di Biak Numfor, Ada Apa?

Salah satu jenis pesawat Ilyushin-18 (Foto: Ilustrasi)Barrieaircraft.com Salah satu jenis pesawat Ilyushin-18 (Foto: Ilustrasi)

BIAK, KOMPAS.com - Pemandangan berbeda tampak di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Selasa (5/12/2017). Ada empat pesawat Rusia yang mengangkut 110 personel militer Rusia mendarat di bandara tersebut.

Empat pesawat tersebut terdiri dari dua pesawat angkut jenis Ilyushin-76/78813 dan Ilyushin -76/78810, serta dua Bomber Tupolev TU-95 MS yang merupakan jenis pesawat pengebom strategis bermesin turboprop empat yang memiliki panj ang 46,2 meter dan sayap 50,10 meter.

Komandan Lanud Manuhua Kolonel PNB Fajar Adriyanto mengungkapkan, keempat pesawat dengan 110 personel itu diterima langsung oleh beberapa pejabat TNI AU yang ada di Biak.

Fajar menjelaskan, kedatangan pesawat Rusia tersebut untuk melaksanakan misi Navigasi Exercises atau latihan penentuan kedudukan (position) dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta dan juga untuk wisata alam di Indonesia, khususnya di Biak.

“Mereka datang untuk melaksanakan misi latihan navigasi jarak jauh dari Angkatan Udara Rusia. Kabupaten Biak dipilih sebagai lokasi titik akhir navigasi yang sudah dikaji oleh staf ahli Mabes TNI dan Rusia. Ini merupakan program kerja staf Mabes TNI dan Mabes AU,” kata dia.

Dalam kegiatan ini, lanjut Fajar, tidak ada unsur lain kecuali hanya terbang navigasi yang didahului oleh pesawat angkut Ilyushin -76 sebanyak dua pesawat yang telah mendarat dini hari di Biak dan disusul oleh dua p esawat Bomber jenis Tupoleve tu 95 ms.

Baca juga: Meski Mesin Terbakar, Pesawat Rusia Mendarat dengan Selamat

“Dua pesawat Bomber ini datang tanpa dilengkapi dengan amunisi dan kamera intai, jadi murni hanya terbang navigasi. Terbang navigasi itu sendiri adalah terbang dari poin ke poin dengan mengandalkan ketepatan koordinat yang tidak melenceng arahnya dengan melewati spesifik daratan dan lautan serta mencoba pertama kali untuk terbang melintas garis khatulistiwa. Untuk misi penerbangan ke sini, tidak ada unsur ancaman ataupun misi lain,” ujar dia.

Menurut Fajar, pendaratan militer rusia ke Biak ini merupakan kesempatan bagi warga di Kabupaten Biak untuk mengenalkan kesenian tari yosipancar, adat dan budaya Papua, serta tidak kalah pentingnya sebagai destinasi wisata alam dari Dinas Pariwisata Biak untuk mereka yang selama ini mencari daerah panas yang eksotik.

"Mereka akan berada di Biak selama lima ha ri dan akan dibawa ke tempat wisata. Mereka terbang dari Rusia dengan suhu â€"37 derajat celsius dan landing di Biak dengan suhu 37 derajat celsius, perbedaan suhu yang signifikan antara suhu Rusia sebagai home base mereka dan suhu di Indonesia, khususnya di Biak. Sekaligus kesempatan bagi mereka untuk menguji kesiapan dan ketahanan pesawat mereka yang selama ini hanya terbang di daerah bersuhu dingin," tutur Fajar.

Kompas TV Pesawat Rusia yang dikerahkan adalah unit pengebom jarak jauh.

Terkini Lainnya

Kirab Pemuda Akhiri Perjalanan di Blitar

Kirab Pemuda Akhiri Perjalanan di Blitar

Regional 05/12/2017, 18:33 WIB Bangun Masjid Rp 42 Miliar, Pemkot Jaksel Mengaku Tak Pakai APBD

Bangun Masjid Rp 42 Miliar, Pemkot Jaksel Mengaku Tak Pakai APBD

Megapolitan 05/12/2017, 18:32 WIB Mulai 8 Desember, Tarif Tol Dalam Kota Naik

Mulai 8 Desember, Tarif Tol Dalam Kota Naik

Megapolitan 05/12/2017, 18:29 WIB Ketum PPP: Konvensi Digunakan Kang Emil untuk Lepas Diri dari Janji ke Semua Partai

Ketum PPP: Konvensi Digunakan Kang Emil untuk Lepas Diri dari Janji ke Semua Partai

Regional 05/12/2017, 18:27 WIB Pelajari Pengamanan Asian Games, Polri Studi Banding ke Korea

Pelajari Pengamanan Asian Games, Polri Studi Banding ke Korea

Nasional 05/12/2017, 18:24 WIB Hidup Se   batang Kara, Nenek Kimyati Dirujuk ke Panti

Hidup Sebatang Kara, Nenek Kimyati Dirujuk ke Panti

Megapolitan 05/12/2017, 18:21 WIB Toko Halal di Perancis Diminta Tutup karena Tak Jual Minuman Beralkohol

Toko Halal di Perancis Diminta Tutup karena Tak Jual Minuman Beralkohol

Internasional 05/12/2017, 18:18 WIB Analisis BNPB Terkait Kondisi Terkini Gunung Agung

Analisis BNPB Terkait Kondisi Terkini Gunung Agung

Nasional 05/12/2017, 18:16 WIB Warga Kendeng Minta Gubernur Jateng Hentikan Izin Pabrik Semen di Pati

Warga Kendeng Minta Gubernur Jateng Hentikan Izin Pabrik Semen di Pati

Regional 05/12/2017, 18:14 WIB LPJ Dana Operasional RT/RW Mau Dihapus, Rencananya Diganti Pakai Tanda Terima

LPJ Dana Operasional RT/RW Mau Dihapus, Rencananya Diganti Pakai Tanda Terima

Megapolitan 05/12/2017, 18:13 WIB Tim Djarum U 17 Putra Kalahkan Tim SGS PLN

Tim Djarum U 17 Putra Kalahkan Tim SGS PLN

Olahraga 05/12/2017, 18:13 WIB Paksa Menyalip, Pedagang Sapi Tewas Menabrak Truk Pasir

Paksa Menyalip, Pedagang Sapi Tewas Menabrak Truk Pasir

Regional 05/12/2017, 18:07 WIB Spanyol Tarik Perintah Penangkapan Eropa kepada Pemimpin Catalonia

Spanyol Tarik Perintah Penangkapan Eropa kepada Pemimpin Catalonia

Internasional 05/12/2017, 18:04 WIB BNPB Sebut Belum Ada Penurunan Status Awas Gunung Agung

BNPB Sebut Belum Ada Penurunan Status Awas Gunung Agung

Nasional 05/12/2017, 18:02 WIB Pantau Terus Perkembangan Investasi di Trenggalek

Pantau Terus Perkembangan Investasi di Trenggalek

Regional 05/12/2017, 18:02 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Biak Numfor

Tidak ada komentar